Allah hadir untuk selamatkan keluarga

Allah hadir untuk selamatkan keluarga

Pesan Natal 2025: Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga

Pada perayaan Natal tahun 2025, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) menghadirkan pesan yang sangat relevan dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”. Pesan ini menyentuh berbagai isu yang saat ini sedang mengkhawatirkan, khususnya terkait kondisi keluarga. Berbagai tantangan seperti perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, judi online, pinjaman daring, penyalahgunaan narkoba, individualisme, dan materialisme menjadi bukti bahwa keluarga rentan terhadap ancaman-ancaman yang membahayakan.

Dalam pesan tersebut, umat Kristen diajak untuk memahami kisah dalam Injil Matius 1:21-24, yang menceritakan awal dari kelahiran Yesus Kristus. Kisah ini dimulai dari sebuah keluarga yang tidak sempurna, yaitu Yusuf dan Maria. Awalnya, mereka menghadapi situasi yang penuh ketegangan. Maria, seorang gadis yang belum menikah, tiba-tiba mengandung anak dari Tuhan. Hal ini membuat Yusuf gelisah karena khawatir akan stigma yang akan ia terima dari masyarakat. Ia bahkan berencana untuk menceraikan Maria.

Namun, keduanya tidak mengabaikan suara malaikat yang datang kepada mereka. Maria menjawab dengan rendah hati, “Aku ini hamba Tuhan, biarlah terjadi seperti apa kata malaikat itu,” (Lukas 1:39). Dia juga memuji Tuhan karena Dia memperhatikan kerendahan hatinya (Lukas 1:46-55). Sikap terbuka dan mendengarkan suara Tuhan menjadi kunci harmonisnya hubungan antara Yusuf dan Maria, sehingga mereka dapat melanjutkan arti keluarga yang sesuai dengan kehendak Allah.

Selain itu, gereja dan keluarga masa kini juga sedang menghadapi berbagai krisis, seperti krisis kebangsaan, kekerasan, ekologi, dan budaya. Akar masalah ini adalah kecenderungan manusia untuk mengikuti kemauannya sendiri daripada menuruti kehendak Allah. Oleh karena itu, keluarga sebagai gereja kecil memiliki peran penting dalam memulihkan keadaan ini.

Keluarga sebagai perpanjangan kasih Allah harus menjadi tempat di mana nilai-nilai kasih yang menyelamatkan diperjuangkan. Tidak ada keluarga yang sempurna, tetapi setiap keluarga bisa menjadi bagian dari proses pemulihan dan penyelamatan. Dengan memperbaiki hubungan dengan Allah, sesama manusia, dan alam, harapan akan dinyalakan, kasih akan dikuatkan, dan iman akan diteguhkan.

Pentingnya Kehadiran Allah dalam Keluarga

Allah hadir dalam keluarga untuk memberikan dukungan dan bimbingan. Saat hubungan antara anggota keluarga, dengan Tuhan, dan lingkungan sekitarnya dipulihkan, maka kehidupan keluarga akan menjadi lebih utuh dan penuh makna. Keluarga tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi sumber kekuatan spiritual dan moral.

Dalam konteks modern, keluarga juga harus menjadi contoh dalam menghadapi tantangan global. Misalnya, dalam menghadapi pengaruh teknologi yang bisa merusak nilai-nilai keluarga, atau dalam menjaga keharmonisan antar generasi. Dengan memperkuat iman dan kasih, keluarga akan mampu menjadi pelindung bagi setiap anggotanya.

Harapan untuk Masa Depan

Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai kita semua—keluarga, gereja, dan masyarakat—dalam menjalani karya pemulihan dan peneguhan bagi relasi yang baik. Semoga harapan yang menyala, kasih yang semakin kuat, dan iman yang makin teguh dapat menjadi ciri khas kehidupan keluarga kita.

Selamat Natal 2025. Tuhan memberkati. Amin.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan