Ambisi PKS Makassar Pecahkan Rekor Nasdem di Pileg 2029

Ambisi PKS Makassar Pecahkan Rekor Nasdem di Pileg 2029

Ambisi PKS Makassar Mencapai 10 Kursi di DPRD Tahun 2029

DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Makassar menunjukkan ambisi besar dalam menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) 2029. Partai yang berdiri dengan prinsip keadilan dan kesejahteraan ini ingin melampaui posisi Partai Nasdem, yang saat ini menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak di DPRD Makassar. Target utama PKS adalah memperoleh 10 kursi di DPRD Makassar.

Ketua PKS Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menyatakan bahwa target tersebut tidak hanya sekadar angka, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang partai. Dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Karebosi Premier Jl Jenderal M Jusuf, Minggu (7/12/2025), ia menekankan dua program utama: kaderisasi dan pelayanan publik.

“Program kami ada dua, yaitu kaderisasi serta pelayanan publik. Penguatan internal kami lakukan dengan peningkatan SDM kader agar mampu memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya dengan percaya diri.

Strategi Pemenangan Pileg 2029

Andi Hadi menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas kader menjadi strategi utama dalam menghadapi Pileg 2029. PKS telah memetakan setiap daerah pemilihan (dapil) untuk merancang strategi pencapaian 10 kursi. Ia menyatakan bahwa dengan perhitungan yang matang, target tersebut dapat tercapai.

“Secara hitungan-hitungan, itu bisa kita lakukan. Kami mendesain dari awal bagaimana kursi itu bisa hadir dengan mempelajari dapil yang ada,” jelasnya.

Menurutnya, selain mempertahankan dapil yang sudah kuat, PKS optimis bisa merebut dapil yang belum terisi kursi. Ia juga menyebutkan adanya figur potensial yang mulai merapat ke PKS, termasuk caleg dengan suara signifikan pada pemilu sebelumnya.

“Bahkan ada anggota dewan dari partai lain yang akan pindah ke PKS. Ini masih off the record, tapi memang sudah ada yang menyampaikan,” katanya.

Peningkatan Kader dan Digitalisasi

Sejak pelantikan struktur baru, PKS Makassar mencatat peningkatan jumlah kader yang sangat signifikan. Hingga awal Desember, sebanyak 4.000 orang telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PKS. Mayoritas pendaftar baru berasal dari kalangan ibu-ibu dan anak muda, termasuk mahasiswa dari berbagai kampus.

Selain itu, PKS Makassar juga menekankan penguatan bidang komunikasi digital. Partai siap memfasilitasi peralatan dan kebutuhan media sebagai bentuk keseriusan dalam menghadapi era digital.

Peran Struktur Organisasi dalam Kemenangan

Ketua DPW PKS Sulawesi Selatan, Anwar Faruq, menegaskan pentingnya memperkuat struktur organisasi sebagai kunci kemenangan PKS dalam kontestasi politik ke depan. Baginya, tujuan utama perjuangan politik bukan semata-mata untuk merebut kursi kekuasaan, tetapi memastikan setiap kebijakan yang membawa kebaikan bagi masyarakat dapat dijalankan secara nyata.

“Di Kota Makassar amanah itu semakin nyata. Mereka ingin melihat kader PKS tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga pandai bekerja dan benar-benar hadir di tengah mereka,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, struktur organisasi adalah fondasi utama gerakan PKS. Menurutnya, struktur yang solid akan melahirkan kader yang bergerak, program yang berjalan, dan kemenangan yang tinggal menunggu waktu.

Anwar mengajak seluruh elemen PKS Makassar, mulai dari DPD, DPC hingga ranting untuk terus merawat komunikasi, memperkuat koordinasi, dan menghidupkan kembali semangat kebersamaan.

“Rakerda adalah momentum kita memperkuat barisan dan memperjelas arah langkah. Insya Allah jika hati kita lurus dan niat kita baik, maka Allah akan membuka jalan menuju kemenangan,” tutupnya.

Daftar Anggota DPRD Makassar Periode 2024-2029

Berikut adalah daftar anggota DPRD Makassar periode 2024-2029:

NasDem (8 Kursi)
1. Irwan Djafar (dapil 1)
2. Ruslan Lallo (dapil 2)
3. H Syaiful (dapil 2)
4. M Yahya (dapil 3)
5. A Odika Cakra Satriawan (dapil 3)
6. Supratman (dapil 4)
7. Jufri Pabe (dapil 4)
8. Ari Ashari Ilham (dapil 5)

PKS (6 Kursi)
1. Anwar Faruq (dapil 1)
2. Ibrahim Hadi Baso (dapil 3)
3. Azwar Rasmin (dapil 4)
4. Hartono (dapil 4)
5. Adi Akbar
6. Rezeki Nur (dapil 5)

Gerindra (6 Kursi)
1. Eric Horas (dapil 1)
2. A Pahlevi (dapil 2)
3. Idris (dapil 3)
4. Kasrudi (dapil 4)
5. Muh Farid Yarendra (dapil 5)
6. Budi Hastuti (dapil 5)

Golkar (6 Kursi)
1. Ruslan Mahmud (dapil 1)
2. M Yulianto Badwi (dapil 2)
3. Ismail (dapil 2)
4. Andi Suharmika (dapil 3)
5. Eshin Usami Nur Rahman (dapil 4)
6. Arifin Majid (dapil 5)

PKB (5 Kursi)
1. Fahrizal Arrahman Husain (dapil 1)
2. Basdir (dapil 2)
3. Zulhajar (dapil 3)
4. Imam Muzakkar (dapil 4)
5. Andi Makmur Burhanuddin (dapil 5)

PDIP (5 Kursi)
1. Andi Suhada Sappaile (dapil 1)
2. William (dapil 2)
3. Udin Saputra Malik (dapil 3)
4. Meskh R Rantepadang (dapil 4)
5. Andi Tenri Uji (dapil 5)

PPP (5 Kursi)
1. Fasruddin Rusli (dapil 1)
2. Rahmat Taqwa Qurais (dapil 2)
3. Meinsani Kecca (dapil 3)
4. Umiyati (dapil 4)
5. Irwan Hasan (dapil 5)

PAN (3 Kursi)
1. Irfan Malluserang (dapil 2)
2. Sangkala Saddiko (dapil 3)
3. Muhammad Nasir (dapil 4)

Demokrat (3 Kursi)
1. Rezki (dapil 1)
2. H Ray Suryadi (dapil 2)
3. Tri Sulkarnain Ahmad (dapil 3)

Hanura (2 Kursi)
1. Muchlis Misbah (dapil 1)
2. Irmawati Sila (dapil 5)

Perindo (1 Kursi)
1. Yulius Patandiang (dapil 3).

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan