
Peristiwa kerusuhan yang terjadi di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis malam, 12 Desember 2025, menimbulkan kekacauan besar. Beberapa kendaraan milik warga turut dibakar dalam peristiwa tersebut. Kerusuhan ini berawal dari pengeroyokan terhadap dua orang debt collector atau mata elang yang sedang menagih utang.
Menurut Kapolsek Pancoran Komisaris Mansur, sebanyak sembilan kendaraan motor dan satu mobil dibakar oleh massa. Dari jumlah tersebut, satu unit mobil yang dibakar merupakan mobil taksi. Sopirnya sedang makan di luar saat kejadian berlangsung, sehingga mobil diparkir di tempat. Saat kerusuhan terjadi, sopir taksi memilih meninggalkan mobil karena takut.
Karena takut, ya ditinggal, ujar Mansur. Kendaraan-kendaraan yang dibakar itu kemudian dievakuasi oleh pihak berwajib.
Kerusuhan ini diduga dipicu oleh aksi penganiayaan yang terjadi pada sore hari. Dua orang debt collector menjadi korban pengeroyokan saat sedang menagih utang. Salah satu dari mereka tewas di lokasi kejadian, sementara satu orang lainnya meninggal setelah dirawat di rumah sakit.
Mata elang dipukulin. Akhirnya dibawa ke pinggir. Ya, sementara yang satu meninggal, yang satu masih hidup, kata Mansur seperti dikutip dari Antara.
Menurut keterangan saksi, kejadian bermula ketika kedua debt collector menghentikan seorang pengendara sepeda motor sekitar pukul 15.30 WIB. Ketika sepeda motor diberhentikan, tiba-tiba beberapa orang dari sebuah mobil langsung mengeroyok kedua anggota mata elang tersebut.
Para pelaku yang diperkirakan berjumlah empat hingga lima orang kemudian melarikan diri. Ini pengendara mobil di belakang, tiba-tiba ngeroyok gitu. Enggak tahu mungkin mau membantu atau bagaimana, tambah Mansur.
Polisi hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku. Sementara dalam penyelidikan. Menurut keterangan saksi yang ada di TKP, ya tidak mengetahui juga. Begitu cepat kejadiannya, ujar Mansur.
Beberapa warung makan juga ikut terbakar dalam kerusuhan tersebut. Kejadian ini menunjukkan betapa cepatnya situasi memburuk, yang akhirnya memicu respons massal dari warga sekitar.
Vedro Imanuel Girsang berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar