
PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) sedang merancang strategi untuk meningkatkan pendapatan pada tahun depan. Perusahaan ini berharap pertumbuhan pendapatan akan berjalan moderat, dengan kisaran sekitar 5% dibandingkan capaian tahun ini.
Direktur Anabatic Technologies, Lie David Limina mengatakan bahwa saat ini perusahaan masih dalam proses membahas outlook kinerja untuk tahun depan. Hasil dari kinerja tahun ini akan menjadi dasar dalam menetapkan target-target yang ingin dicapai pada tahun 2026.
Siklus bisnis berbasis Teknologi Informasi (TI) yang digeluti ATIC memiliki potensi peningkatan di akhir tahun. Hal ini akan memberikan dampak terhadap kontribusi pendapatan maupun margin yang akan diraih oleh perusahaan.
"Kami ingin mengetahui hasil tutup buku tahun ini terlebih dahulu sebelum menentukan target tahun 2026. Namun, harapan kami adalah pertumbuhan akan terus berlangsung, mungkin sekitar 5% dari tahun ini dalam hal pendapatan," ujar David dalam paparan publik yang berlangsung pada Jumat (12/12/2025).
Secara keseluruhan, pendapatan ATIC masih tumbuh moderat hingga kuartal III-2025. Pendapatan perusahaan naik sebesar 2,21% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 6,31 triliun menjadi Rp 6,45 triliun.
Pada saat yang sama, laba bersih ATIC meningkat lebih tinggi. Laba bersih perusahaan naik sebesar 45,19% secara tahunan dari Rp 113,94 miliar menjadi Rp 165,43 miliar hingga September 2025.
Direktur Utama Anabatic Technologies, Harry Surjanto Hambali belum merinci proyeksi pendapatan dan laba bersih ATIC sampai akhir tahun 2025. Dia hanya memberikan gambaran umum, bahwa ATIC berharap bisa mencapai level pendapatan tahun ini yang setara dengan capaian tahun 2023, yang saat itu mencapai Rp 10,20 triliun.
"Kami berharap bisa kembali memperlihatkan performa seperti tahun 2023, yang secara grup sekitar Rp 10 triliun," kata Harry.
Sebagai informasi, ATIC merupakan perusahaan induk yang bergerak di bidang TI melalui dua lini bisnis utama. Pertama, solusi outsourcing terintegrasi digital oleh PT Karyaputra Suryagemilang (KPSG Group). Kedua, solusi cloud dan platform digital yang disediakan oleh PT Computrade Technology International (CTI Group).
Direktur Anabatic Technologies, Adriansyah mengungkapkan bahwa ATIC terus melakukan ekspansi melalui KPSG dan CTI. Setelah sistem diperbarui, KPSG Group melakukan ekspansi untuk menambah jumlah pelanggan, dengan fokus pada sektor keuangan yang mencakup bank konvensional, bank digital, asuransi, serta multi finance.
"Dari sisi penambahan pelanggan, cukup banyak perusahaan asuransi dan bank yang melakukan uji coba. Kami berharap dengan terbukti sistem ini di customer, akan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap ATIC," ujar Adriansyah.
Perluasan pasar juga dilakukan oleh CTI Group. Selain sektor keuangan, CTI Group mulai memperluas pasar ke sektor manufaktur, fast-moving consumer goods (FMCG), serta mencermati peluang di sejumlah sektor lainnya.
"Output-nya kami berharap pada pertengahan tahun depan akan terlihat pelebaran pasar kami ke depan," tambah Adriansyah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar