Anak Bau Badan Bukan Karena Tidak Bersih, Tapi Faktor Ini yang Mempengaruhi!


Bau badan pada anak sering kali dikaitkan dengan kebersihan yang kurang. Namun, hal ini tidak selalu benar. Bau badan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan tubuh dan kondisi alami yang terjadi selama masa pertumbuhan.

Salah satu penyebab bau badan pada anak adalah masa pubertas. Apa itu pubertas? Pubertas merupakan fase transisi antara masa anak-anak menuju dewasa. Fase ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik, biologis, dan psikis. Menurut dr. Reza Abdussalam, Sp.A, dokter spesialis anak, pubertas memengaruhi perkembangan seks sekunder dan juga mengalami pertumbuhan cepat atau growth spurt.

Pada anak perempuan, pubertas biasanya dimulai antara usia 8 hingga 13 tahun, dengan rata-rata di usia 10 tahun. Tanda-tanda awalnya meliputi pertumbuhan payudara, tumbuhnya rambut kemaluan, dan akhirnya menstruasi. Di samping itu, terjadi peningkatan pertumbuhan tinggi badan yang cukup signifikan. Dalam satu tahun, tinggi badan anak bisa bertambah sekitar 9 cm, dengan total kenaikan sekitar 25-30 cm.

Sementara itu, pada anak laki-laki, pubertas biasanya lebih lambat, yaitu antara usia 9 hingga 14 tahun. Salah satu tanda awalnya adalah peningkatan volume testis sekitar 4 ml, diikuti dengan pertumbuhan rambut kemaluan. Anak laki-laki juga mengalami growth spurt, dengan pertambahan tinggi badan mencapai 10 cm per tahun, dan totalnya bisa mencapai 20-30 cm. Pada tahap ini, muncul jerawat, jakun, dan kumis, serta mimpi basah yang menunjukkan aktifnya proses spermatogenesis.


Selama masa pubertas, tubuh anak mengalami lonjakan hormon yang memicu aktivitas kelenjar minyak dan keringat. Kelenjar ini tersebar di area seperti ketiak dan selangkangan, di mana keringat yang dihasilkan dapat bercampur dengan bakteri dan menyebabkan bau badan.

Menurut dr. Reza, perubahan hormon tersebut juga berdampak pada kepercayaan diri anak, terutama dalam situasi sosial. Rasa cemas terhadap bau badan dapat memengaruhi interaksi sosial dan memperburuk stres. Oleh karena itu, penting untuk membantu anak menjaga kebersihan dan pola hidup yang sehat.


Untuk mengurangi bau badan, orang tua dapat mengingatkan anak agar mandi secara rutin menggunakan sabun, menggunakan deodoran, serta memakai pakaian yang nyaman dan bersih. Selain itu, perhatikan juga pola makan. Beberapa jenis makanan seperti bawang-bawangan, daging merah, makanan laut (seafood), dan makanan berbumbu kuat dapat memicu bau badan.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi bau badan pada anak:

  • Mandi secara teratur menggunakan sabun dan air bersih
  • Gunakan deodoran sesuai rekomendasi
  • Pilih pakaian yang bernapas dan bersih
  • Perhatikan pola makan dengan menghindari makanan yang berpotensi memicu bau badan
  • Jaga kebersihan lingkungan tempat tinggal

Dengan memahami penyebab bau badan dan mengambil langkah-langkah pencegahan, orang tua dapat membantu anak merasa percaya diri dan nyaman dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan