
Keputusan Klub untuk Menghormati Diogo Jota
Liverpool akan menghadapi Wolverhampton Wanderers dalam laga lanjutan Premier League pada Sabtu (27/12/2025). Dalam pertandingan ini, dua putra mendiang Diogo Jota akan menjadi maskot di Anfield. Keputusan ini diumumkan oleh pihak klub pada Jumat, sebagai bentuk penghormatan terhadap mantan pemain yang meninggal dunia pada Juli lalu dalam kecelakaan mobil di wilayah barat laut Spanyol bersama adiknya.
Diogo Jota wafat pada usia 28 tahun. Laga Sabtu ini menjadi pertemuan pertama antara Liverpool dan Wolves sejak kepergian Jota. Sebagai bagian dari upaya untuk menghormati jasa-jasanya, keluarga besar klub ingin memberikan dukungan kepada keluarga Jota melalui momen emosional ini.
Jejak Karier Diogo Jota di Wolves dan Liverpool
Diogo Jota memulai kariernya di Inggris dengan bergabung bersama Wolves sebagai pemain pinjaman dari Atletico Madrid pada 2017. Setahun kemudian, ia dipermanenkan oleh klub tersebut. Pada 2020, Jota menandatangani kontrak berdurasi lima tahun bersama Liverpool.
Bersama Liverpool, Jota turut serta dalam meraih gelar liga pada awal tahun ini. Untuk menghormati perannya, Liverpool juga memensiunkan secara permanen nomor punggung 20 milik Jota. Istri Jota, Rute Cardoso, bersama dua putra mereka, Dinis dan Duarte, sebelumnya juga hadir pada laga kandang pembuka Premier League Liverpool dan Wolves pada Agustus.
Pesan Arne Slot Jelang Laga Emosional di Anfield
Pelatih Liverpool, Arne Slot, menyampaikan harapan agar dukungan dan rasa kebersamaan dari seluruh keluarga besar klub dapat menjadi penghiburan bagi keluarga Jota menjelang laga yang diperkirakan sarat emosi di Anfield.
Slot menekankan bahwa persatuan adalah salah satu kekuatan utama klub sepanjang tahun yang dipenuhi momen tertinggi dan terendah. “Kemampuan untuk tetap bersatu telah menjadi salah satu kualitas terpenting kami sepanjang satu tahun yang menghadirkan momen tertinggi sekaligus terendah,” ujarnya.
“Menengok kembali semua yang terjadi dalam 12 bulan terakhir memicu gelombang emosi yang naik turun, tetapi pada waktu seperti ini adalah hal yang wajar untuk merefleksikan apa saja yang telah dilalui.”
"Melakukan hal itu membuat saya secara khusus memikirkan keluarga Diogo Jota yang akan menjalani Natal pertama tanpa dirinya," tambah pelatih asal Belanda tersebut.
"Bukan tempat saya untuk mengatakan dari mana mereka seharusnya mendapatkan penghiburan—jika itu memang mungkin—namun saya hanya bisa berharap rasa cinta dan kasih sayang yang masih dihadirkan Diogo dapat memberi mereka sedikit ketenangan."
“Rasa kehilangan itu tentu akan terasa sangat kuat pada Sabtu nanti, karena ini akan menjadi kali pertama dua klub Inggris yang pernah dibela Diogo bertemu sejak kepergiannya yang tragis.”
“Seperti kami, Wolves juga jelas sangat terdampak oleh kehilangan sosok pemain dan pribadi yang begitu istimewa, sehingga pikiran saya juga terus tertuju kepada mereka.”
Harapan untuk Keluarga Jota
Laga ini tidak hanya menjadi momen penting bagi Liverpool dan Wolves, tetapi juga menjadi kesempatan bagi keluarga Jota untuk merayakan kenangan sang ayah. Dengan hadirnya dua putranya sebagai maskot, harapan besar diarahkan agar momen ini dapat menjadi penghiburan dan pengingat akan keberadaan Jota dalam hidup mereka.
Seluruh komunitas sepak bola Inggris diharapkan dapat menunjukkan dukungan penuh kepada keluarga Jota, baik melalui tindakan maupun doa. Laga ini akan menjadi momen yang penuh makna, di mana kehilangan akan terasa, tetapi juga kehangatan dan kebersamaan akan menjadi penyejuk hati.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar