Anak enggan minum obat? Jangan dipaksa, coba cara ini!


Memberikan obat kepada balita sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Pada usia ini, anak masih dalam proses belajar memahami lingkungan dan interaksi dengan orang dewasa. Karena itu, mereka sering menolak minum obat meskipun sedang sakit. Hal ini juga dialami oleh ibu @syaharanieptr, yang berbagi pengalaman menghadapi dua anak dengan respons berbeda. Anak bungsu lebih mudah minum obat, sementara anak perempuan sulungnya justru menolak. Perbedaan ini menunjukkan bahwa setiap anak memiliki cara masing-masing dalam memahami dan menghadapi rutinitas minum obat.

Apa yang Bisa Dilakukan agar Anak Mau Minum Obat?


Menurut dokter spesialis anak dr. Aisya Fikritama, Sp.A, balita belum sepenuhnya memahami alasan atau aturan yang disampaikan orang dewasa, termasuk tentang pemberian obat. Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk memberikan penjelasan singkat dan jujur, serta menghindari kebiasaan membohongi anak. “Anak usia 3–4 tahun ke atas sudah mulai memahami maksud orang dewasa. Jika terlalu sering dibohongi, anak bisa semakin menolak minum obat atau merasa takut setiap kali melihat obat,” jelas dr. Aisya.

Alih-alih memaksa atau membohongi, orang tua dapat mencoba pendekatan yang lebih sehat dan konsisten, seperti:
Jelaskan secara singkat dan jujur, misalnya: “Ini obat supaya batukmu cepat sembuh dan badan terasa lebih nyaman.”
Berikan pilihan, seperti: “Mau minum pakai sendok biru atau spuit?” “Mau duduk di pangkuan Ayah atau Ibu?”
Alihkan perhatian dengan cara yang aman, misalnya langsung minum air setelah obat, atau beri pujian, stiker, atau pelukan.
Tetap tenang dan konsisten, karena nada suara orang tua sering kali lebih berpengaruh daripada rasa obat itu sendiri.

Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan beberapa hal jika ingin mencampur obat dengan makanan atau minuman. Pasalnya, tidak semua obat aman dikonsumsi bersamaan dengan makanan tertentu. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:


Hindari mencampur obat dengan teh, susu, atau jus buah tertentu seperti anggur.
Pastikan obat diminum sesuai anjuran, karena ada obat yang lebih efektif dikonsumsi saat perut kosong.
Hindari ditambahkan atau dimasukkan pada porsi makanan yang terlalu besar.
Obat sirup sebaiknya diminum langsung, sedangkan tablet atau kapsul tidak boleh dihancurkan tanpa anjuran dokter.

“Jika ragu, selalu tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah obat boleh dicampur dengan makanan,” pesan dr. Aisya. Dengan pendekatan yang sederhana dan konsisten, balita dapat merasa lebih nyaman saat minum obat tanpa rasa takut atau trauma. Hal ini juga membantu orang tua menjaga rutinitas pengobatan tetap berjalan dengan lancar.

Penting untuk diingat bahwa setiap anak memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, orang tua perlu bersabar dan mencari metode yang paling sesuai dengan anak. Dengan kesabaran dan pendekatan yang tepat, proses pemberian obat bisa menjadi lebih mudah dan tidak menimbulkan trauma pada anak.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan