Anak Laki-Laki di Malaysia Kehilangan 12 Gigi karena Tidur dengan Botol Susu

Kehilangan 12 Gigi Akibat Kebiasaan Buruk

Seorang anak laki-laki di Malaysia mengalami kerusakan gigi yang parah hingga harus mencabut 12 giginya. Hal ini terjadi karena kebiasaan buruk yang dilakukan sejak kecil, yaitu tidur dengan botol susu dan jarang menyikat gigi secara benar.

Masalah Kesehatan yang Muncul

Ibu dari anak tersebut, Siti Nur Haliza, menceritakan bahwa beberapa bulan sebelum pencabutan gigi, putranya mulai mengalami sakit kepala di pagi hari. Setelah pulang sekolah, kondisi itu tidak membaik. Anaknya juga mengalami penurunan nafsu makan dan sering muntah. Meskipun diberi makanan dan diminta istirahat, ia tetap merasa pusing dan tidak nyaman.

Siti mengatakan bahwa meskipun telah membawanya ke klinik dan mendapatkan obat, kondisi anaknya tidak membaik. Ia terus muntah dan masih merasakan pusing. Karena masalah berlanjut, Siti memutuskan untuk membawanya kembali ke klinik, tempat dokter menyarankan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

Pemeriksaan Medis yang Dilakukan

Dokter awalnya tidak dapat menemukan penyebab pasti dari rasa pusing yang dialami anak tersebut. Mereka menyarankan pengambilan sampel cairan tulang belakang untuk memeriksa apakah ada infeksi atau peradangan di otak. Namun, Siti menolak prosedur tersebut.

Kemudian, mereka dirujuk ke spesialis, yang akhirnya mengarahkan mereka ke rumah sakit setempat untuk melakukan CT scan. Hasil CT scan menunjukkan bahwa tidak ada kelainan pada otak. Anak tersebut kemudian dirawat selama beberapa hari di bawah tim pediatrik.

Penemuan Tentang Kondisi Gigi

Selama masa perawatan, dokter menemukan adanya hal yang tidak biasa pada jantung anak tersebut. Selain itu, mereka juga memperhatikan kondisi giginya yang sangat buruk. Dokter kemudian merujuk anak tersebut ke spesialis bedah mulut.

Setelah keluar dari rumah sakit, anak tersebut menjalani tes darah dan bertemu dengan dokter gigi spesialis. Setelah pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa gigi putranya terlalu rusak untuk ditambal dan harus dicabut.

Tanggal operasi dijadwalkan dua hingga tiga bulan kemudian oleh rumah sakit. Dari foto yang dibagikan di media sosial Siti, setelah operasi berhasil, putranya hanya memiliki enam gigi bagian bawah yang tersisa.

Penyebab Kerusakan Gigi

Siti menyalahkan kerusakan gigi ini pada penggunaan botol susu yang berkepanjangan dan kebiasaan tidak menyikat gigi sebelum tidur. Menurutnya, anaknya minum dari botol hingga berusia empat tahun dan selalu membutuhkannya untuk tidur. Gigi anaknya jarang disikat dengan benar.

Meski ia merasa bertanggung jawab atas kejadian ini, Siti bersyukur putranya kini sehat kembali. Ia mengatakan bahwa anaknya sehat, aktif, dan ia bersyukur. Meskipun ada banyak janji setiap tahun, ia tidak mempermasalahkannya selama anaknya dalam kondisi baik-baik saja.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan