Anak Muda Gesit Dicari Jadi CEO Taman Balekambang Solo, Gaji Rp20 Juta/Bulan

Pemkot Surakarta Mencari CEO untuk Taman Balekambang

Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta saat ini sedang mencari seorang Chief Executive Officer (CEO) untuk mengelola Taman Balekambang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari misi Pemkot untuk mengalihkan pengelolaan taman tersebut kepada pihak profesional, sehingga Taman Balekambang dapat berubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Salah satu syarat utama yang ditetapkan adalah usia calon CEO harus di bawah 45 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa Pemkot ingin memperkenalkan kehadiran anak muda yang gesit dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan adanya perubahan sistem pengelolaan ini, Pemkot Surakarta memberikan iming-imingan gaji bulanan sebesar Rp20 juta.

Taman Balekambang setiap tahun menghabiskan biaya operasional yang cukup besar, yaitu sekitar Rp6 miliar. Oleh karena itu, Pemkot merasa bahwa pengelolaan taman tersebut terlalu membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan sistem BLUD, Pemkot berharap Taman Balekambang bisa mandiri secara pembiayaan tanpa mengurangi fungsi pelayanan publik.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menjelaskan bahwa sistem BLUD diharapkan mampu memberikan kemandirian dalam pembiayaan. Ia menyebutkan bahwa anggaran yang diperlukan tidak akan melebihi Rp10 miliar atau sekitar Rp5 miliar hingga Rp6 miliar per tahun.

Karenanya kami mau lepas itu, ujarnya.

Saat ini, proses seleksi untuk posisi CEO BLUD Taman Balekambang masih berlangsung. Jabatan tertinggi dalam struktur BLUD tersebut akan menerima gaji antara Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan. Respati Ardi menekankan bahwa harapan bagi pimpinan BLUD ini adalah memiliki pengalaman yang jelas dan integritas dalam bekerja. Karena fungsinya di sana adalah merawat bangunan milik pemerintah serta menyediakan layanan publik.

Dia menilai bahwa perubahan status menjadi BLUD adalah langkah strategis agar Taman Balekambang tidak hanya dikelola dengan orientasi ekonomi, tetapi juga tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Tidak hanya nilai ekonomis tapi bisa digunakan untuk masyarakat, tambahnya.

Respati Ardi berharap posisi CEO tersebut diisi oleh anak muda yang gesit dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Harapan kami yang benar-benar profesional dan berintegritas. Menurut data Bank Indonesia dan beberapa jurnal, 5 tahun ke depan pemegang moneter terbesar ada pada kalangan milenial dan Gen Z.

Dia khawatir tanpa sentuhan anak muda, Taman Balekambang akan terbengkalai. Apalagi anggaran yang dibutuhkan setiap tahun sangat besar. Justru itulah yang kami persiapkan di awal. Moneternya mereka yang pegang. Kalau tidak adaptif akan terbengkalai tempatnya, kata Respati.

Pemkot Surakarta menargetkan CEO baru dapat mulai bekerja pada awal 2026 setelah proses rekrutmen rampung. Awal tahun mungkin. Proses rekrutmen pasti agak panjang. Bisa mandiri, terawat, dan benar-benar terkonsep dengan baik dan diminati masyarakat, ujarnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan