Anak Terinfeksi Lebih Dari Satu Virus? Dokter Jelaskan Bahaya Koinfeksi

Apa Itu Koinfeksi?

Koinfeksi merujuk pada kondisi di mana seseorang terinfeksi oleh lebih dari satu agen penyebab penyakit. Hal ini bisa berupa kombinasi antara dua atau lebih virus, atau bahkan virus dengan bakteri. Dalam konteks infeksi saluran pernapasan pada anak, koinfeksi sering kali menjadi penyebab gejala yang lebih berat dan memerlukan penanganan intensif.

Menurut dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), koinfeksi bukanlah hal yang jarang terjadi. Terutama pada anak-anak yang mengalami infeksi saluran pernapasan berat hingga harus dirawat di rumah sakit.

Koinfeksi Sering Ditemukan Pada Kasus Rawat Inap

Berdasarkan laporan penelitian, banyak anak yang dirawat karena radang paru akut, sesak napas, atau membutuhkan oksigen, ternyata tidak hanya terinfeksi satu patogen. Ketika dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan bahwa mereka terinfeksi oleh dua atau tiga patogen sekaligus.

Kondisi ini membuat proses penyembuhan menjadi lebih kompleks, karena tubuh harus melawan beberapa agen infeksi secara bersamaan. Akibatnya, risiko perburukan gejala pun meningkat, sehingga memerlukan perawatan yang lebih intensif.

Infeksi Virus Merusak Pertahanan Saluran Napas

Salah satu alasan koinfeksi dapat memperberat penyakit adalah karena infeksi virus terlebih dahulu merusak sistem pertahanan alami saluran pernapasan. Virus dapat merusak silia dan epitel saluran napas, yang berfungsi membersihkan udara dari kuman, polutan, dan partikel berbahaya lainnya.

dr. Nastiti menjelaskan bahwa dalam banyak kasus, infeksi virus muncul lebih dulu, kemudian diikuti oleh infeksi bakteri. Salah satu bakteri yang sering terlibat adalah pneumokokus, meskipun bakteri lain juga bisa menjadi penyebab.

Vaksinasi Berperan Mencegah Keparahan Flu

Untuk mencegah penularan dan keparahan penyakit saluran pernapasan, dr. Nastiti menekankan pentingnya vaksinasi influenza, terutama pada anak. Vaksin influenza yang tersedia di Indonesia dinilai cukup efektif dalam menurunkan risiko penularan.

Efektivitas vaksin influenza dalam mencegah penularan mencapai sekitar 62 persen. Selain itu, vaksin juga terbukti lebih tinggi dalam mencegah kematian akibat komplikasi flu. Artinya, meskipun anak yang sudah divaksin tetap bisa tertular influenza, gejala yang muncul umumnya lebih ringan, seperti demam, batuk, dan pilek, tanpa disertai sesak napas atau kebutuhan perawatan di rumah sakit.

Pentingnya Kesadaran Orang Tua

Dengan memahami risiko koinfeksi dan pentingnya pencegahan, orangtua diharapkan lebih waspada terhadap gejala infeksi saluran pernapasan pada anak serta memastikan langkah perlindungan, termasuk vaksinasi, dilakukan secara optimal.

Orang tua juga perlu memperhatikan gejala awal seperti demam, batuk, atau pilek, serta segera membawa anak ke dokter jika gejala memburuk. Dengan kesadaran yang tinggi dan tindakan preventif yang tepat, risiko koinfeksi dan komplikasi yang lebih berat dapat diminimalkan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan