Anak Tya Ariestya Harumkan Nama Bangsa di Singapura, Bakat Tersembunyi Kanaka Bikin Ibu Kagum


Kabar mengejutkan datang dari keluarga yang terkenal di dunia hiburan, Tya Ariestya. Putra sulungnya, Muhammad Kanaka Ratinggang, berhasil mencatatkan prestasi luar biasa dalam kejuaraan Taekwondo internasional di Singapura pada akhir tahun 2025. Bocah berusia 9 tahun ini mampu meraih dua medali sekaligus, yaitu emas dan perak.

Di balik rasa bangga tersebut, Tya Ariestya juga memiliki cerita lucu tentang kemampuan olahraga anak-anaknya. Ternyata, Kanaka tidak hanya hebat dalam bela diri, tetapi juga sukses mempermalukan ibunya saat bermain Padel. Dalam sebuah tayangan acara Rumpi Trans TV, Tya memamerkan koleksi medali terbaru Kanaka dengan penuh kebanggaan.

"Ini perak (Kyorugi), ini emas (Poomsae Online)," ujar Tya sambil tersenyum lebar.

Yang lebih menarik lagi, Kanaka juga mengikuti kategori baru dalam kejuaraan tersebut, yaitu Virtual Taekwondo. Di kategori ini, ia harus bertanding melawan lawan menggunakan kacamata VR (Virtual Reality). Namun, ada hal yang unik terjadi. Meskipun sangat gesit, Kanaka justru gagal meraih medali emas karena tendangannya terlalu cepat atau overpowered.

"Dia belum menang karena tendangannya kecepetan. Dia belum bisa kontrol, jadi sensornya gak kebaca sama komputer," jelas Tya sambil tertawa.

Kanaka pun dengan polos mengaku bahwa pertandingan secara virtual justru lebih melelahkan dan membuatnya sesak napas dibanding pertarungan fisik langsung.

Selain Taekwondo, keluarga Tya Ariestya juga sedang memperhatikan olahraga Padel sepanjang tahun 2025. Bahkan, Tya dan suaminya sedang membangun bisnis lapangan Padel yang direncanakan selesai pada tahun 2026. Totalitas Tya dalam berolahraga tidak main-main, ia bahkan menyewa pelatih profesional agar bisa mahir bermain. Namun, ternyata hasilnya justru tak seperti yang diharapkan.

Kanaka yang hanya ikut-ikutan bermain justru memiliki skill di atas rata-rata. "Aku yang coaching, dia (Kanaka) yang jago. Aku kalah," curhat Tya dengan wajah tertawa.

Bakat alami Kanaka ini bahkan membuat suaminya, Irfan Ratinggang, melontarkan komentar yang cukup menohok. Irfan menyarankan Tya untuk berhenti latihan karena dinilai buang-buang uang, melihat anaknya lebih mahir tanpa perlu diajari.

"Kata Bapaknya, 'Kamu berhenti aja coaching lah'," tutur Tya menirukan ucapan suaminya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan