Angga Yunanda Berlatih Selompret di Film Para Perasuk


JAKARTA, berita
Aktor Angga Yunanda akan tampil sebagai Bayu dalam film Para Perasuk. Untuk memainkan peran tersebut, ia harus berlatih memainkan alat musik Selompret, instrumen tradisional yang populer di Jawa Timur.

Kalau aku bagian Selompret dan itu cukup sulit, karena pas shooting-nya pun kita ngelakuinnya real. Bukan kayak lipsync, ujar Angga dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Kamis (11/12/2025).

Sebelum proses syuting dimulai, Angga terlebih dahulu menjalani latihan intensif memainkan Selompret. Sutradara Wregas Bhanuteja memang menginginkan seluruh instrumen musik dalam film tersebut dimainkan secara natural sehingga para pemain harus benar-benar menguasainya.

Jadi itu tantangan yang cukup berat. Tapi overall, ini pengalaman yang sangat menyenangkan, seru banget, kata Angga, suami Shenina Cinnamon itu.

Film Para Perasuk dibintangi oleh Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun C. Sasmi, Chicco Kurniawan, Bryan Domani, hingga Ganindra Bimo.

Film ini akan tayang perdana di Sundance Film Festival 2026, dan terpilih sebagai salah satu dari 10 film internasional yang berkompetisi dalam kategori World Cinema Dramatic Competition.

Sinematografi yang Mengangkat Budaya Lokal

Film Para Perasuk tidak hanya menampilkan kisah yang menarik, tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Dengan menghadirkan alat musik tradisional seperti Selompret, film ini mencoba untuk mengangkat dan melestarikan seni musik Jawa Timur. Hal ini menjadi bagian dari upaya untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia internasional.

Selain itu, penampilan para pemain utama juga menjadi daya tarik tersendiri. Angga Yunanda, yang dikenal sebagai aktor papan atas, membuktikan kemampuannya dengan memainkan alat musik yang sebenarnya. Ini menunjukkan dedikasi dan profesionalisme yang tinggi dalam mempersiapkan perannya.

Proses Produksi yang Memakan Waktu

Proses produksi film Para Perasuk dilakukan dengan sangat hati-hati dan teliti. Mulai dari pencarian lokasi syuting hingga perekrutan pemain, semua dilakukan dengan pertimbangan matang agar hasil akhirnya sesuai dengan harapan sutradara.

Selain itu, penggunaan teknologi modern dalam pembuatan film ini juga menjadi perhatian khusus. Dengan kombinasi antara teknik sinematografi tradisional dan modern, film ini mampu memberikan tampilan visual yang menarik dan konsisten dengan tema yang diangkat.

Jadwal Rilis yang Menarik

Film Para Perasuk dijadwalkan rilis di bioskop Indonesia pada 2026. Namun, sebelum itu, film ini akan tayang perdana di Sundance Film Festival 2026. Penayangan di festival internasional ini menjadi kesempatan emas bagi film ini untuk mendapatkan apresiasi dari kalangan perfilman global.

Selain itu, film ini juga terpilih sebagai salah satu dari 10 film internasional yang berkompetisi dalam kategori World Cinema Dramatic Competition. Hal ini menunjukkan bahwa film Para Perasuk memiliki potensi besar untuk meraih penghargaan bergengsi di ajang internasional.

Kesimpulan

Film Para Perasuk bukan hanya sekadar tontonan, tetapi juga menjadi representasi dari kekayaan budaya Indonesia. Dengan kisah yang menarik, pemain yang berkualitas, dan proses produksi yang cermat, film ini layak dinantikan oleh para penggemar perfilman.

Dengan tayang perdana di Sundance Film Festival 2026, film ini akan menjadi bukti bahwa karya-karya lokal dapat bersaing di panggung internasional. Semoga film Para Perasuk bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk lebih menghargai dan melestarikan budaya daerah mereka sendiri.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan