Anggaran Kebersihan Tangsel 2025 Tembus Rp22,3 Miliar, Kepala DLH: Masih Kurang Optimal

Anggaran Kebersihan Tangsel 2025 Tembus Rp22,3 Miliar, Kepala DLH: Masih Kurang Optimal

Anggaran Kebersihan DLH Tangsel Tahun 2025 Mencapai Rp22,3 Miliar

Anggaran kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk tahun anggaran 2025 tercatat mencapai sebesar Rp22,3 miliar. Anggaran ini dialokasikan untuk berbagai belanja barang dan jasa yang bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Salah satu item belanja yang signifikan adalah pengadaan tutup lubang biopori dengan nilai sebesar Rp175,9 juta. Selain itu, ada juga belanja barang yang akan diserahkan kepada masyarakat, seperti pengadaan ember maggot F1 tingkat kecamatan dan kelurahan senilai Rp28 juta. Pengadaan ini bertujuan untuk mendukung program pengelolaan sampah secara mandiri oleh masyarakat setempat.

Dalam anggaran tahun 2025, DLH Tangsel juga mengalokasikan dana untuk belanja modal kendaraan bermotor roda tiga. Pengadaan motor roda tiga F1 hasil Musrenbang kecamatan dan kelurahan mencapai nilai Rp2,1 miliar. Selain itu, ada juga belanja barang untuk diserahkan kepada masyarakat berupa pengadaan bak motor roda tiga senilai Rp180 juta.

Selain itu, DLH Tangsel menganggarkan dana untuk belanja alat tulis kantor, termasuk spanduk bank sampah senilai Rp40,2 juta. Belanja karung bekas juga dialokasikan dengan total sebesar Rp99,9 juta dan Rp72 juta.

Pembangunan Rumah Kompos dan Peralatan Pendukung

DLH Tangsel juga menyisihkan anggaran untuk pembangunan Rumah Kompos. Salah satunya adalah pembuatan Rumah Kompos di Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren, dengan nilai sebesar Rp397 juta. Selain itu, ada belanja modal mesin proses Rumah Kompos senilai Rp379,3 juta, pengadaan mesin pencacah sampah (mesin gibrik) senilai Rp179,9 juta, serta belanja gergaji chainsaw untuk Rumah Kompos senilai Rp41,9 juta.

Belanja lainnya termasuk pembelian tangga Rumah Kompos senilai Rp23,9 juta dan kacamata keselamatan (safety) untuk Rumah Kompos senilai Rp10,5 juta. Semua peralatan ini dimaksudkan untuk memperkuat sistem pengolahan sampah melalui kompos.

Masalah Penggunaan Anggaran

Meski anggaran yang dialokasikan cukup besar, kondisi pengelolaan sampah di Tangsel masih menunjukkan ketidakoptimalan. Hal ini terlihat dari beberapa wilayah yang masih menghadapi masalah sampah yang tidak terselesaikan. Akibatnya, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah.

Kepala DLH Tangsel, Bani Khosyatulloh, mengakui bahwa anggaran kebersihan tahun 2025 belum optimal dalam menangani permasalahan sampah. Ia menyatakan bahwa dirinya belum mengetahui secara detail terkait belanja dan anggaran pada Bidang Kebersihan tahun 2025.

“Datanya enggak tahu persis. Yang tahu persis nanti JF (kepala bidang)-nya,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan