Anggota DPD RI Dato’ H Abu Bakar Bahas 4 Pilar Kebangsaan dengan Atlet Jambi

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Lapangan Basket Kuala Tungkal

Sebuah acara sosialisasi mengenai empat pilar kebangsaan digelar oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dapil Jambi, Dato’ H. Abu Bakar Jamalia. Acara ini berlangsung di lapangan basket Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat, pada Senin (15/12/25). Lebih dari 200 atlet dan mantan atlet dari berbagai cabang olahraga hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Dato’ Abu Bakar menekankan bahwa para atlet dipilih sebagai peserta sosialisasi karena mereka memiliki semangat nasionalisme yang tinggi. Ia menyatakan bahwa ketika melihat pertandingan seperti Sea Games, Asian Games, atau Olimpiade, jiwa nasionalisme para atlet terlihat jelas. Mereka berjuang untuk mengharumkan nama negara.

Empat Pilar Kebangsaan

Dato’ menjelaskan bahwa empat pilar kebangsaan terdiri dari:

  • Pancasila sebagai dasar negara
  • UUD NRI 1945 sebagai referensi hukum tertinggi
  • NKRI sebagai bentuk negara
  • Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa

Ia menambahkan bahwa Bhinneka Tunggal Ika, yang berasal dari kitab Sutasoma karya Mpu Tantular, bisa diibaratkan sebagai wadah pelebur heterogenitas identitas primordial bangsa Indonesia. Dengan wadah ini, semua latar belakang SARA disatukan dalam identitas kebangsaan yang lebih besar, yaitu bangsa Indonesia.

Keluhan Peserta Terhadap Komitmen Pemerintah

Peserta tampak sangat antusias selama acara berlangsung. Ketika sesi tanya jawab dibuka, hampir semua peserta mengangkat tangan untuk bertanya. Setiap kali moderator membuka sesi baru, banyak penanya menyampaikan keluhan terkait sikap, perilaku, dan komitmen pemerintah terhadap para atlet.

Salah satu atlet menyampaikan bahwa setelah masa produktifnya berakhir, para atlet sering dilupakan. Ia menyebutkan bahwa saat berprestasi, mereka diberi sanjungan dan eluan, tetapi setelah tidak lagi berprestasi, mereka dilupakan begitu saja.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa banyak atlet lokal mengalami pemotongan uang pembinaan. Banyak kasus di mana hadiah yang tertera di sertifikat berbeda dengan yang diterima atlet.

“Masak hadiah para atlet juga dikorupsi, Pak. Apa seperti itu implementasi dari nilai-nilai empat pilar kebangsaan?” tanyanya, yang kemudian dibenarkan oleh peserta lain.

Keluhan Umum Mengenai Perhatian Pemerintah

Pertanyaan serupa dengan redaksi berbeda disampaikan oleh para penanya lain. Rata-rata mereka mengeluhkan perhatian pemerintah terhadap para atlet. Intinya, mereka merasa dituntut untuk berprestasi, tapi setelah kondisi fisiknya melemah, mereka tidak mendapat apresiasi yang layak.

Kondisi ini terjadi di hampir semua cabang olahraga dan di semua tingkatan. Mulai dari Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga ajang internasional seperti Olimpiade. Yang menarik, semua pertanyaan atau keluhan itu selalu dikaitkan dengan semangat empat pilar kebangsaan.

Penutupan Acara dan Aspirasi Peserta

Setelah jam menunjukkan pukul 22.00 WIB, moderator menutup sesi tanya jawab dan membacakan kesimpulan diskusi. Ia meminta agar Dato’ Abu Bakar menyampaikan semua aspirasi yang disampaikan oleh para atlet kepada pemerintah agar bisa ditindaklanjuti. Permintaan ini disanggupi oleh Dato’ Abu Bakar.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan