
Ketidakhadiran Wali Kota Sibolga dalam Rapat Bencana Viral di Media Sosial
Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyampaikan kekecewaannya terhadap ketidakhadiran Wali Kota Sibolga dalam rapat pembahasan penanganan bencana. Dalam video tersebut, Lasarus menyatakan bahwa pihaknya datang dengan lengkap, tetapi hanya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sibolga yang hadir.
Bapak bayangkan kita full tim loh datang ke sini. Tapi Wali Kotanya enggak datang, ujar Lasarus dalam video yang dipublikasikan pada Jumat, 12 Desember 2025.
Tindakan ini memicu reaksi dari masyarakat dan juga pihak Pemerintah Kota Sibolga. Mereka memberikan klarifikasi mengenai alasan ketidakhadiran Wali Kota Akhmad Syukri Penarik. Menurut Syukri, dirinya tidak bisa hadir karena sedang menangani banjir mendadak akibat luapan Sungai Aek Doras.
Alasan Ketidakhadiran Wali Kota
Syukri menjelaskan bahwa banjir terjadi pada pukul 15.30 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah hulu. Ia langsung turun ke lokasi untuk memastikan keselamatan warga.
Jadi saya langsung turun ke sungai untuk memastikan warga, kata Syukri.
Ia menambahkan bahwa sedimentasi Sungai Aek Doras sudah lebih tinggi dari badan jalan, sehingga ketika debit air meningkat, limpasan langsung masuk ke permukiman. Hal ini membuatnya memilih untuk mengawasi evakuasi dan memastikan tidak ada korban jiwa.
Kepedulian Terhadap Warga
Syukri menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia memilih untuk tetap berada di lokasi banjir daripada menghadiri rapat di luar kota. Ia juga menghubungi Sekretaris Daerah untuk menggantikannya dalam rapat Komisi V DPR RI di Pia Hotel.
Selain itu, Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumbantobing, juga sedang berada di lapangan meninjau lokasi banjir. Mereka bersama-sama melakukan tindakan pencegahan dan penanganan darurat.
Koordinasi dengan Komisi V DPR RI
Syukri menyatakan telah berkoordinasi dengan anggota Komisi V DPR RI, Lokot Nasution, terkait ketidakhadirannya. Ia memberi informasi bahwa Sibolga sedang dilanda banjir dan dirinya berada di lokasi.
Lokot Nasution, menurut Syukri, juga meninjau daerah terdampak dan memberikan bantuan alat berat untuk pengerukan sedimen Sungai Aek Doras. Ini merupakan langkah penting dalam upaya mengurangi risiko banjir di masa depan.
Penanganan Bencana di Wilayah Sibolga
Rapat tersebut membahas penanganan bencana di Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Syukri menekankan bahwa pihaknya akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur dan sistem drainase agar tidak terjadi banjir lagi.
Dengan adanya koordinasi antara pemerintah daerah dan lembaga legislatif, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan bencana dan melindungi masyarakat dari ancaman banjir.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar