Anggota DPR Minta Pemerintah Berhenti Menyalahkan Cuaca
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP, Rokhmin Dahuri, menyoroti pentingnya mengubah paradigma dalam menghadapi bencana banjir dan tanah longsor di Indonesia. Ia menegaskan bahwa penyebab utama bencana tersebut bukan hanya karena cuaca ekstrem, melainkan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh tindakan manusia.
Rokhmin, yang juga menjabat sebagai rektor salah satu kampus di Bogor, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis ilmiah dari berbagai sumber, cuaca ekstrem hanya menyumbang sekitar 20 persen terhadap kejadian banjir. Sementara itu, 80 persen lainnya disebabkan oleh kerusakan lingkungan seperti pembalakan liar, alih fungsi lahan, dan tata ruang yang tidak terkelola dengan baik.
Jika pejabat terus-menerus menyalahkan cuaca, maka kita tidak akan pernah menyentuh akar masalah. Padahal data ilmiah sudah lama menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan adalah penyebab utamanya, ujar Rokhmin dalam pernyataannya.
Hutan Indonesia Sudah Kritis

Menurut Rokhmin, hutan Indonesia saat ini sedang dalam kondisi kritis. Ia menyampaikan bahwa di wilayah Sumatra, tutupan hutan telah turun di bawah 25 persen, sedangkan di Jawa hanya mencapai 17 persen. Dengan deforestasi yang begitu parah, kemampuan ekosistem untuk menyerap air hujan melemah secara drastis. Hal ini membuat wilayah padat penduduk semakin rentan terhadap banjir, tanah longsor, dan krisis air bersih.
Pemerintah Harus Lakukan Rehabilitasi Hutan Secara Masif

Rokhmin menyarankan pemerintah untuk melakukan rehabilitasi hutan secara masif. Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap pembangunan tata ruang, pembangunan infrastruktur pengendali banjir, serta revitalisasi daerah aliran sungai (DAS).
Ia menegaskan bahwa pemerintah harus mampu mengantisipasi banjir, karena banjir bukanlah bencana alam yang tidak bisa diprediksi. Dengan langkah-langkah yang tepat, risiko banjir dapat diminimalkan.
Banjir Tak Boleh Dianggap Sebagai Bencana Musiman

Menurut Rokhmin, banjir tidak boleh dianggap sebagai bencana musiman. Oleh karena itu, pemerintah harus memperluas ruang hijau dan memulihkan lahan kritis.
Bencana banjir tidak boleh dianggap sebagai kejadian musiman. Ini adalah masalah tata kelola lingkungan. Jika kita tidak berubah, intensitas dan kerugiannya akan terus meningkat, ucap Rokhmin.
Perlu Tindakan Nyata untuk Mengatasi Bencana
Pernyataan Rokhmin menunjukkan bahwa upaya mengatasi bencana banjir dan tanah longsor memerlukan komitmen serius dari pemerintah. Selain itu, diperlukan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menghindari tindakan yang merusak ekosistem.
Kehadiran hutan yang sehat dan tata ruang yang baik menjadi kunci dalam mencegah bencana. Dengan langkah-langkah yang sistematis dan kolaboratif, Indonesia dapat lebih siap menghadapi ancaman bencana yang semakin sering terjadi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar