
Kehadiran Angklung dalam Penyambutan Presiden Prabowo di Islamabad
Di lobi sebuah hotel di Islamabad, Pakistan, suara lembut dari alat musik angklung mengisi ruangan. Suara yang khas ini berasal dari para warga negara Indonesia (WNI) yang sedang tampil membawakan lagu-lagu perjuangan. Awalnya suasana tenang, namun dengan hadirnya angklung, suasana menjadi lebih hangat dan penuh semangat.
Angklung, yang merupakan alat musik tradisional dari Indonesia, menjadi simbol cinta Tanah Air yang tetap hidup meski jauh dari tanah air. Para pemain angklung ini tidak hanya sekadar memainkan musik, tetapi juga menunjukkan kebanggaan akan budaya mereka.
Tamara, salah satu anggota kelompok angklung yang dibina oleh KBRI Islamabad, menceritakan bahwa persiapan untuk tampil ini dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Hanya sekitar sepuluh hari mereka berlatih, namun antusiasme dan semangat yang ada di antara para anggota membuat segalanya berjalan dengan lancar.
“Yang penting ibu-ibunya semangat semua,” ujar Tamara sambil tersenyum. Penampilan ini bukanlah pertama kalinya bagi kelompok angklung tersebut. Mereka sebelumnya telah tampil dalam berbagai forum diplomatik, termasuk acara peringatan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Pakistan dan Indonesian Expo di pusat perbelanjaan Islamabad.
Setiap kali tampil, mereka selalu mendapat sambutan hangat dari masyarakat lokal maupun tamu internasional. Namun, momen penyambutan Presiden Prabowo Subianto menjadi pengalaman yang lebih spesial. Tamara mengaku terharu ketika melihat Presiden ikut menikmati musik yang mereka mainkan. Bahkan, menurutnya, Presiden sempat bersenandung mengikuti alunan lagu.
“Pokoknya kita senang melihat Bapak datang menghampiri kita semua,” kata Tamara dengan penuh bangga. Kehadiran komunitas WNI dalam penyambutan ini menegaskan peran penting diaspora sebagai jembatan persahabatan antarbangsa. Suara angklung bukan hanya hiburan, tetapi juga simbol keterikatan budaya dan identitas nasional yang tetap dijaga di luar negeri.
Peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Pakistan
Kunjungan Presiden Prabowo ke Pakistan bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Momentum ini memiliki nilai historis karena menghidupkan kembali jejak persahabatan yang telah dibangun sejak kunjungan Presiden Soekarno pada tahun 1950.
Pemerintah Pakistan sendiri telah dua kali menyampaikan undangan kepada Presiden Prabowo melalui Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Dalam rangkaian agenda diplomatik ini, pemerintah Indonesia memandang hubungan dengan Pakistan sebagai peluang strategis di tengah dinamika geopolitik global.
Presiden Prabowo menekankan komitmen Indonesia untuk memperkuat solidaritas, kolaborasi, dan kemitraan yang saling menguntungkan. Dalam kunjungan ini, Menteri Luar Negeri Sugiono serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut mendampingi Presiden, memastikan pelaksanaan agenda bilateral berjalan maksimal.
Pentingnya Budaya dalam Hubungan Internasional
Kehadiran angklung dalam penyambutan Presiden Prabowo menunjukkan betapa pentingnya budaya dalam menjalin hubungan internasional. Melalui musik dan kesenian, Indonesia dapat menunjukkan identitasnya kepada dunia. Hal ini juga menunjukkan bahwa walaupun berada jauh dari tanah air, para WNI tetap menjaga dan melestarikan budaya Indonesia.
Dengan adanya komunitas seperti angklung, para WNI tidak hanya menjadi bagian dari masyarakat setempat, tetapi juga menjadi duta budaya yang memperkuat hubungan antarbangsa. Mereka membawa pesan perdamaian, kerja sama, dan kebersamaan melalui seni dan musik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar