
Pendapatan Mobile Legends di Tengah Persaingan Global
Pendapatan dari permainan Mobile Legends pada tahun 2025 menjadi sorotan setelah laporan terbaru menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan dengan performa tahun sebelumnya. Fenomena ini memicu pertanyaan besar, apakah Mobile Legends mulai kehilangan daya tarik di tengah persaingan game mobile global. Meskipun skena esports dan turnamen internasional Mobile Legends masih berjalan aktif, data keuangan menunjukkan tren negatif. Penurunan pendapatan ini menjadi perhatian komunitas karena terjadi saat industri mobile gaming global justru mengalami pertumbuhan.
Pendapatan Mobile Legends 2025 Terjun Bebas
Berdasarkan laporan AppMagic, total pendapatan Mobile Legends sepanjang 2025 hanya sekitar USD 158 juta secara global. Angka tersebut menurun signifikan dibandingkan 2024 yang mencatatkan pendapatan USD 194,99 juta dari in-app purchases. Hingga November 2025, total belanja pemain tercatat USD 111,8 juta, memperkuat indikasi perlambatan monetisasi. Laporan Statista bahkan menyebut pendapatan 2025 mendekati level 2018, terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Penyebab Utama Pendapatan MLBB Menurun
Salah satu penyebab utama penurunan berasal dari keluhan pemain terhadap kualitas skin yang dinilai monoton. Banyak pemain merasa desain kosmetik kurang inovatif, sehingga minat melakukan pembelian in-app terus menurun. Pasar utama seperti Indonesia dan Malaysia juga menunjukkan penurunan belanja, seiring basis pemain yang semakin matang. Kondisi ini membuat event besar dan kolaborasi belum cukup kuat untuk mendongkrak pendapatan tahunan.
Dampak dan Tantangan Mobile Legends ke Depan
Menariknya, pasar mobile gaming global justru tumbuh hingga USD 126 miliar pada periode yang sama. Kontras ini menegaskan bahwa penurunan Mobile Legends lebih dipengaruhi faktor internal dibanding kondisi industri. Ke depan, pembaruan konten kreatif dan inovasi monetisasi menjadi kunci mengembalikan minat belanja pemain.
Strategi yang Diperlukan untuk Meningkatkan Kembali Minat Pemain
Untuk menghadapi tantangan ini, Mobile Legends perlu mengevaluasi kembali strategi pemasaran dan pengembangan produk. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah meningkatkan variasi dan kualitas skin serta fitur baru yang menarik. Selain itu, kolaborasi dengan merek ternama atau influencer dapat menjadi cara efektif untuk menarik kembali pemain lama dan menarik pemain baru.
Pembaruan konten yang konsisten dan inovasi dalam model monetisasi juga penting agar pemain tetap merasa puas dan ingin terus bermain. Dengan demikian, Mobile Legends dapat menjaga posisinya sebagai salah satu game mobile yang paling diminati di dunia.
Kesimpulan
Kesimpulannya, anjloknya pendapatan 2025 menjadi sinyal peringatan bagi Mobile Legends untuk segera berbenah strategis. Dengan melihat tren industri dan respons pemain, perusahaan perlu segera mengambil langkah-langkah konkret untuk memulihkan kembali popularitas dan pendapatan dari permainan ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar