
nurulamin.pro.CO.ID, JAKARTA -- Tidak bisa dipungkiri, kita ini memang aneh. Setiap hari jajan kopi menggunakan QRIS, membayar tagihan listrik melalui aplikasi, bahkan berinvestasi reksadana dengan modal kecil hanya melalui ponsel. Namun, ketika ditanya definisi teknis dari barang yang kita gunakan tersebut, sering kali kita bingung dan tidak tahu jawabannya.
Nah, agar kamu tidak hanya menjadi konsumen yang hanya tahu "scan dan bayar", mari kita bedah apa itu financial technology (fintech). Mengapa ini penting? Karena dunia sedang bergerak cepat menuju arah tersebut. Jika kamu hanya diam saja, siap-siap tertinggal. Memahami definisi dan ekosistem fintech adalah langkah awal untuk kamu yang ingin mengincar karier di bidang ini, yang gajinya konon katanya bisa membuat mertua langsung senyum lebar.
Sebenarnya Fintech Adalah...
Banyak orang salah kaprah dan mengira fintech hanya sebatas pinjaman online (pinjol) yang terlalu agresif dalam menagih. Padahal, fintech adalah singkatan dari financial technology, sebuah inovasi yang menggabungkan layanan keuangan dengan teknologi modern. Tujuannya sederhana, membuat urusan keuangan menjadi lebih praktis, aman, dan efisien.
Dulu, jika ingin mentransfer uang harus antre di teller bank sambil menunggu nomor antrean yang terasa sangat lama. Sekarang, kamu bisa melakukan transfer sambil rebahan hanya dengan jari-jari. Jadi, fintech itu sangat luas, Bos. Bukan hanya soal utang-piutang.
Bukan Cuma Pinjol, Ini Jenis Fintech yang Perlu Kamu Tahu
Agar wawasanmu semakin terbuka, kamu perlu tahu bahwa jenis fintech sangat beragam. Ada yang fokus pada sistem pembayaran (payment gateway), seperti dompet digital yang sering kamu gunakan untuk membeli minuman. Ada juga crowdfunding, tempat orang saling memberi modal untuk membantu sesama atau bisnis.
Lalu ada investment management, yang membuat investasi saham atau emas menjadi semudah berbelanja online. Dan tentu saja, ada lending (peminjaman), yang jika dikelola dengan benar sangat membantu UMKM, bukan malah menyengsarakan.
Profesi di Bidang Fintech: Lahan Basah Gen Z
Di balik aplikasi canggih yang kamu gunakan, ada otak-otak cerdas yang bekerja. Profesi di bidang fintech saat ini sedang menjadi primadona. Mulai dari Data Analyst yang membaca perilaku keuangan pengguna, Blockchain Developer yang membangun sistem keamanan super ketat, hingga Product Manager yang merancang fitur-fitur baru yang bisa membuat hidup pengguna semakin mudah.
Keterampilan yang dibutuhkan juga bukan sembarangan. Kamu butuh pemahaman logika pemrograman, analisis data, hingga manajemen risiko. Maka tak heran, gaji di sektor ini rata-rata di atas UMR, bahkan untuk level junior sekalipun.
Jurusan Kuliah Fintech dan Tempat Belajarnya
Pertanyaannya, belajar di mana agar bisa masuk ke industri ini? Apakah harus kuliah ekonomi murni? Nggak juga. Justru jurusan kuliah fintech atau yang berbau teknologi informasi dengan konsentrasi keuangan adalah jalur tol menuju masa depan. Sayangnya, belum banyak kampus yang sadar akan hal ini.
Di sinilah kamu harus pintar memilih kampus. Kamu butuh tempat yang kurikulumnya sudah terintegrasi dengan kebutuhan industri masa depan.
Kuliah di Cyber University: Paket Lengkap Calon Bos Fintech
Jika kamu serius ingin terjun ke dunia ini, Cyber University adalah pilihan paling logis. Mengapa? Karena kampus ini sudah terkenal sebagai The First Fintech University in Indonesia. Bukan cuma jargon, tapi seluruh program studinya menggunakan kurikulum yang fokus terhadap perkembangan Fintech.
Visi mereka juga tidak main-main, "Menjadi universitas berkualitas dan unggul berbasis Teknologi Informasi di bidang digitalisasi Keuangan pada tahun 2048". Jangka panjang banget, kan? Artinya mereka serius membangun fondasi pendidikan yang sustainable.
Kenapa Harus Daftar di Sini?
Selain fokus kurikulum yang tajam, Cyber University punya keunggulan yang susah ditolak. Mereka punya skema pembelajaran unik bernama Company Learning Program (CLP) dengan format 3+1. Artinya, kamu 3 tahun belajar teori dan praktik di kampus, dan 1 tahun full magang langsung di perusahaan relasi kampus. Jadi pas lulus, kamu bukan sarjana bingung, tapi profesional berpengalaman.
Tidak cuma mencetak pekerja, kampus ini juga peduli sama pengusaha kecil. Mereka punya program digital micro bisnis yang fokus terhadap UMKM di Indonesia. Mahasiswa diajarkan bagaimana memberdayakan ekonomi rakyat lewat teknologi. Keren, kan?
Jadi, daripada cuma jadi penonton atau pengguna aplikasi doang, mending ambil peran. Pelajari teknologi keuangan dari ahlinya. Segera daftarkan dirimu di Cyber University dan siapkan dirimu menjadi pemimpin di era ekonomi digital. Masa depan cerah sudah menunggu, jangan sampai diambil orang lain!
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar