Apa Itu Thermal Runaway? Bahaya Tersembunyi Baterai Litium-Ion Dibongkar Pakar

Kebakaran di Kantor Terra Drone Indonesia: Dugaan Akibat Baterai Litium

Kebakaran yang terjadi di kantor Terra Drone Indonesia di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat telah menimbulkan kerugian besar. Kebakaran tersebut melibatkan sebanyak 101 personel dengan 28 unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk mengatasi kobaran api yang terjadi pada Selasa (9/12/2025) siang. Diduga, penyebab kebakaran adalah baterai litium yang digunakan dalam perangkat drone.

Baterai litium, khususnya jenis litium-ion, menjadi komponen penting dalam berbagai perangkat modern seperti ponsel pintar, laptop, hingga kendaraan listrik. Keunggulan dari baterai ini adalah kemampuannya menyimpan energi besar dalam ukuran yang relatif kecil. Namun, di balik keunggulan itu, terdapat risiko keamanan yang sering kali tidak disadari.

Apa Itu Thermal Runaway?

Thermal runaway adalah reaksi berantai tak terkendali yang terjadi ketika panas yang dihasilkan oleh baterai memicu pemanasan lebih lanjut. Hal ini dapat menyebabkan suhu meningkat secara eksponensial hingga mencapai tingkat yang berbahaya. Menurut Helvin Herman Tirtadjaja, pakar kelistrikan bangunan dan Ketua Bidang Standardisasi APPI, baterai yang menggunakan lithium sangat mudah terbakar.

“Kalau baterai terbakar, maka akan terjadi thermal runaway,” ujar Helvin. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini bisa menyebabkan kebakaran hebat hingga ledakan. Bahaya terbesarnya adalah pelepasan gas beracun yang bisa membahayakan nyawa manusia.

Mengapa Baterai Litium-Ion Berisiko?

Baterai litium-ion digunakan dalam berbagai perangkat, mulai dari kendaraan listrik hingga perangkat elektronik rumah tangga. Meski teknologi ini umum, masih banyak hal yang belum diketahui tentang probabilitas kegagalan, mekanisme kegagalannya, serta konsekuensinya.

Dr. Matthew Priestley dari Energy Systems Research Group, UNSW Australia, menyatakan bahwa regulasi terkait keselamatan baterai litium-ion masih minim. Elektrolit berbasis garam litium yang digunakan dalam baterai ini memungkinkan penyimpanan energi besar, tetapi juga sangat mudah menguap dan terbakar, terutama pada suhu tinggi.

Setiap proses pengisian dan pelepasan daya menghasilkan panas. Jika panas ini tidak terkendali, risiko thermal runaway meningkat drastis. Priestley menjelaskan bahwa baterai litium-ion sulit dipadamkan karena bersifat self-sustaining, artinya api dapat terus menyala selama energi dalam sel baterai belum habis.

Bahaya Thermal Runaway yang Membahayakan Jiwa

Ketika thermal runaway terjadi, panas di dalam baterai dapat melonjak hingga 400 derajat Celsius hanya dalam hitungan detik. Kebakaran pada baterai litium-ion juga terkenal sulit dipadamkan dan bersifat self-sustaining. Pemadam api berbasis air hanya mampu mendinginkan area sekitar agar api tidak menyebar, tetapi tidak mampu memadamkan inti sumber kebakaran sampai seluruh energi baterai benar-benar habis.

Alat pemadam khusus berbasis gel yang dirancang untuk baterai litium-ion memang tersedia, namun hingga kini belum digunakan secara luas. Bahkan setelah terlihat padam, kebakaran baterai litium-ion dapat menyala kembali beberapa jam atau bahkan berhari-hari kemudian.

Selain itu, baterai yang mengalami kerusakan dapat melepaskan gas beracun dan panas berlebih juga bisa memicu ledakan. Karena itu, penggunaan dan penyimpanan baterai litium-ion yang benar menjadi sangat penting.

Tips Penggunaan Baterai Litium-Ion yang Aman

Baterai sebaiknya tidak dibiarkan terpapar suhu eksternal tinggi, misalnya berada di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama. Pengisian daya berlebih juga berbahaya karena dapat menghasilkan panas tambahan di dalam sel, sehingga sangat disarankan menggunakan pengisi daya dari merek terpercaya.

Pengisi daya berkualitas baik dirancang untuk mengontrol jumlah daya yang masuk ke dalam baterai dan secara otomatis memutus aliran listrik ketika kapasitas sudah penuh, sehingga sistem tidak mengalami pemanasan berlebihan. Baterai yang mengalami kerusakan fisik, seperti terjatuh, tertusuk, atau terlihat mengembun juga perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kebocoran dan meningkatkan risiko kegagalan.

Dalam lingkungan industri, penyimpanan baterai yang aman menjadi krusial agar jika terjadi kegagalan, kebakaran dapat cepat dikendalikan dan tidak menyebar luas. Selain itu, tidak disarankan membeli baterai litium-ion bekas atau membelinya dari penjual daring yang tidak dikenal dan tidak teregulasi, karena kualitas dan keamanannya tidak dapat dijamin.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan