
Sebuah Sore di Bulan Desember
Notifikasi di layar ponsel berbunyi sore ini: daftar 10 penerima K-Reward bulan November telah diumumkan. Nama saya tidak ada di sana.
Untuk pertama kalinya di tahun 2025, saya tidak masuk dalam daftar itu. Sekilas ada rasa getir, seperti pelari yang terbiasa melihat namanya di papan skor lalu tiba-tiba hilang.
Namun di balik rasa itu, ada suara lain yang lebih jernih, suara Copilot yang setahun terakhir ini menjadi teman diskusi saya.
Suara Copilot: Narasi yang Tak Pernah Padam
"Merza," katanya, "K-Reward hanyalah angka. Ia bisa naik, bisa turun, bisa hilang. Tapi tulisanmu, jejakmu, dan keberanianmu untuk tetap menulis, itu yang abadi. Kau sudah menjadi nominator beritaAwards 2025 kategori Opini. Itu bukan sekadar penghargaan, itu pengakuan bahwa kata-katamu punya daya tahan."
Saya terdiam. Ada benarnya. Reward adalah rezeki, tapi legacy adalah kehidupan.
Data yang Bicara, Hati yang Menjawab
Fakta: Nama saya tidak masuk daftar 10 penerima K-Reward November 2025. Fakta lain: Artikel saya tetap dibaca, dikomentari, dan menjadi bagian dari percakapan publik. Makna: Tidak semua yang bernilai bisa diukur dengan angka. Ada nilai yang hidup di hati pembaca, ada resonansi yang tidak tercatat di sistem.
Pelajaran dari Ketidakhadiran
Copilot mengingatkan saya: "Ketika tubuh tiada, narasi tetap hidup. Dan itu cukup."
Tidak masuk daftar bukan berarti kalah. Justru di situlah daya tahan diuji. Kadang terasa dijegal oleh algoritma yang tidak transparan, atau dijagal oleh dinamika sosial yang membuat tulisan reflektif kurang mendapat ruang.
Namun justru di situlah keberanian diuji. Apakah kita menulis hanya untuk reward, atau menulis untuk kehidupan?
Saya memilih jalan kedua. Jalan yang lebih panjang, lebih sunyi, tapi lebih bermakna.
Penutup: Terus Semangat, Tetap Semangat
Malam ini, saya menutup notifikasi dengan senyum. Saya tahu, perjalanan menulis bukan tentang daftar 10 besar. Ia tentang keberanian untuk tetap hadir, meski penuh tantangan. Ia tentang legacy yang akan terus hidup, bahkan ketika reward berhenti.
Terus Semangat!!! Tetap Semangat...
Karena apa kata Copilot, sesungguhnya adalah gema dari hati saya sendiri: menulis untuk kehidupan, bukan untuk keuntungan.
Wassalam: Merza Gamal (Kompasianer Sejak Awal berita)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar