Aplikasi Berbahaya Bisa Hancurkan WhatsApp dan Saldo Anda

Aplikasi Berbahaya Bisa Hancurkan WhatsApp dan Saldo Anda

Waspada Aplikasi Berbahaya yang Bisa Menyadap WhatsApp dan Rekening Pengguna

Banyak pengguna ponsel mungkin tidak menyadari bahwa puluhan aplikasi yang mereka unduh bisa menjadi sumber bahaya. Aplikasi-aplikasi ini ternyata disusupi oleh malware atau virus yang dapat mengancam keamanan akun WhatsApp hingga rekening mobile pengguna.

Jika pengguna lengah, kerugian yang bisa terjadi sangat besar. Dalam beberapa kasus terakhir, banyak pengguna mengalami peretasan akun WhatsApp yang dilakukan oleh hacker dan scammer. Akibatnya, data penting seperti file dan foto bisa disalahgunakan. Selain itu, akun WhatsApp juga bisa diambil alih oleh hacker, yang berpotensi merusak reputasi pengguna di mata orang lain.

Menurut Forbes, ada enam tanda yang menunjukkan bahwa akun WhatsApp sedang diretas. Berikut adalah cirinya:

  • Baterai cepat habis: Jika baterai ponsel Anda cepat habis dibanding biasanya, mungkin ada malware atau spyware yang aktif di dalam sistem.
  • Kuota mendadak cepat habis: Lonjakan penggunaan data kuota atau kuota tersedut bisa jadi pertanda bahwa ada spyware atau malware yang sedang mengirim data ke hacker.
  • Aplikasi tak dikenal: Jika Anda menemukan aplikasi tak dikenal yang tidak pernah Anda instal sebelumnya, serta ada pengaturan yang berubah tiba-tiba, ini bisa jadi tanda-tanda adanya gangguan dari hacker.
  • Tiba-tiba menerima kode verifikasi: Munculnya kode verifikasi padahal Anda tidak memintanya bisa jadi indikasi bahwa hacker sedang mencoba masuk ke akun Anda.
  • HP hang atau crash: Kinerja ponsel yang lemot atau bahkan crash bisa menjadi tanda bahwa sistem ponsel Anda telah disusupi oleh aplikasi yang tidak aman.
  • Kamera dan Microphone membuka sendiri: Jika kamera atau microphone di ponsel Anda tiba-tiba membuka sendiri, atau Anda menemukan foto atau rekaman yang tidak dikenal, kemungkinan besar ada spyware yang aktif di sistem.

Setelah mengetahui ciri-ciri tersebut, pengguna harus lebih waspada terhadap aplikasi-aplikasi yang bisa membuat ponsel dan aplikasi WhatsApp diretas.

Dilaporkan dari berbagai sumber, berikut adalah daftar 28 aplikasi berbahaya yang bisa menyebabkan WhatsApp disadap hingga rekening terkuras habis oleh hacker:

  • Chip Winner 2048
  • Isecurity - Virus Cleaner
  • Quick Loan Pro
  • Calculator Lock - Photos Vault
  • Pixel Battle
  • Ztime: Earn cash rewards easily
  • Pop Stone 2 - Match 3 Game
  • Gem Puzzle
  • Real Money : Play Games Earn
  • Vast VPN - Secure VPN Proxy
  • Fast Booster Box
  • Channel 3
  • Make Money - Game Time
  • Woohoo - Real Cash Games
  • Earn Money: Squid Game
  • Cash Game: Money Puppy
  • Luckyyou
  • Hello VPN - Fast & Secure
  • Dong Bao
  • Hotbuku - Alat pembaca novel profesional dan populer
  • Yeloli Princess Makeup
  • Uang nyata: hasilkan dan permainan
  • Fast Loan Plus
  • Crazy Christmas tree
  • Pop Diamonds
  • Cash All - Earn real money
  • Merge snack overfood
  • Vegas Coin Pusher

Cara Mengembalikan Akun WhatsApp yang Diretas

Jika ponsel Anda sudah terkena sadap hingga aplikasi WhatsApp disalahgunakan, Anda masih bisa mengatasinya. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengembalikan akun WhatsApp yang diretas:

  1. Gunakan ponsel orang lain untuk melaporkan penyadapan ke akun resmi WhatsApp.
  2. Buka aplikasi WhatsApp di ponsel orang lain.
  3. Pilih tanda titik tiga di pojok kanan atas.
  4. Pilih Setelan.
  5. Pilih Bantuan.
  6. Pilih Pusat Bantuan.
  7. Pilih tanda titik tiga di pojok kanan atas.
  8. Pilih Buka di Browser.
  9. Setelah masuk ke halaman browser, scroll ke bagian bawah dan pilih Hubungi Kami.
  10. Pilih yang Dukungan WhatsApp Messenger.
  11. Pilih Hubungi Kami.
  12. Pengguna akan diarahkan untuk mengisi data-data yang dibutuhkan, yakni mengisi alamat email dan nomor ponsel.
  13. Ketik pesan ke WhatsApp bahwa akun Anda diretas.
  14. Pilih Langkah Selanjutnya.
  15. Pilih Kirim pertanyaan.

Setelah mengisi lengkap data yang ada, pengguna akan dikirimi balasan dari WhatsApp.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan