Apple tunjukkan komitmen iklim melalui daur ulang iPhone

Komitmen Apple untuk Mencapai Netralitas Karbon

Vice President Environment, Policy and Social Initiatives Apple, Lisa Jackson, kembali menegaskan komitmen perusahaan teknologi raksasa ini dalam mengurangi laju emisi karbon secara agresif. Menurutnya, di tengah krisis iklim global, perusahaan tidak hanya dituntut untuk berinovasi pada kecanggihan produk, tetapi juga memikirkan cara-cara mereka menjaga keberlanjutan Bumi.

Pernyataan Lisa sangat relevan mengingat kondisi Bumi yang semakin kritis akibat pemanasan global dan anomali iklim di berbagai wilayah. Situasi ini diperparah oleh meningkatnya aktivitas industri ekstraktif yang mengambil sumber daya alam dengan cara-cara yang merusak lingkungan.

Apple sebelumnya telah mencapai netralitas karbon sejak 2020 dengan penggunaan 100 persen energi terbarukan untuk operasional kantornya. Namun, tindakan ini dinilai belum cukup untuk membantu mengurangi laju emisi secara signifikan. Lisa menyebut butuh intervensi yang lebih kuat dari berbagai lini, termasuk rantai pasok.

Sekarang kami menetapkan tujuan yang lebih tinggi lagi. Bagaimana jika kami mencapai netralitas karbon di seluruh produk kami, semua pemasok kami, dan bahkan semua pengguna kami? Itu tujuan yang luar biasa untuk 2030 mendatang, ujar Lisa saat ditemui di Bali pada Kamis, 11 Desember 2025.

Perubahan Strategi Pengadaan Material

Dalam upaya konkret menekan emisi tersebut, Apple mengubah strategi pengadaan material dari penambangan konvensional ke penggunaan bahan daur ulang. Produk yang sudah menerapkan inisiatif ini adalah iPhone 17 yang baru saja memulai debutnya. Perangkat ini tercatat telah menggunakan 30 hingga 35 persen bahan daur ulang dalam komponennya.

Keberhasilan program ini bermula dari program Apple Trade In, yakni perangkat lawas dari konsumen disortir secara ketat untuk masuk ke jalur pemulihan material. Dengan skema ini, Apple berupaya menciptakan siklus bahan baku iPhone masa depan yang sepenuhnya berasal dari material terbarukan atau hasil daur ulang perangkat generasi sebelumnya.

Tantangan dalam Penerapan Program Daur Ulang

Namun, metode ini tentu tidak berjalan dengan mudah. Perlu pemahaman dari sisi konsumen dan distributor lainnya di berbagai negara untuk ikut serta dalam komitmen itu. Lisa mengatakan pihaknya sedang menggenjot kesamaan pemahaman untuk konteks daur ulang ini hingga 2030 mendatang.

Konsumen perlu menyadari juga bahwa produk yang mereka gunakan haruslah tidak merusak Bumi. Kami telah memulai untuk itu, ucapnya.

Langkah-Langkah Konkret yang Dilakukan Apple

Berikut beberapa langkah konkret yang dilakukan Apple dalam upaya mengurangi emisi karbon:

  • Penggunaan Energi Terbarukan: Apple telah mencapai netralitas karbon sejak 2020 dengan penggunaan 100 persen energi terbarukan untuk operasional kantor mereka.
  • Pengadaan Bahan Baku Daur Ulang: Perusahaan mengubah strategi pengadaan material dari penambangan konvensional ke penggunaan bahan daur ulang.
  • Program Apple Trade In: Program ini memungkinkan konsumen mengembalikan perangkat lawas mereka untuk diproses dan digunakan kembali sebagai bahan baku.
  • Tujuan Netralitas Karbon 2030: Apple menetapkan tujuan untuk mencapai netralitas karbon di seluruh produk, pemasok, dan pengguna.

Kepedulian Lingkungan sebagai Prioritas

Komitmen Apple terhadap lingkungan tidak hanya terbatas pada pengurangan emisi, tetapi juga melibatkan kesadaran dan partisipasi dari berbagai pihak. Lisa Jackson menekankan pentingnya peran konsumen dan distributor dalam menjaga keberlanjutan Bumi.

Dengan inisiatif-inisiatif yang telah dijalankan, Apple berharap dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain dalam menjalankan tanggung jawab lingkungan. Tujuan utamanya adalah menciptakan dunia yang lebih hijau dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan