Penangkapan Bupati Lampung Tengah oleh KPK
Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan ini terjadi setelah ia menjabat selama sembilan bulan. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengonfirmasi kebenaran penangkapan tersebut melalui pesan tertulis.
"Benar," kata Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi mengenai penangkapan itu.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa penangkapan ini berkaitan dengan tindak pidana korupsi berupa suap terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). Saat ini, para pihak yang diamankan sedang dalam perjalanan menuju Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan. Mereka dijadwalkan tiba pada Rabu malam untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Menurut ketentuan dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1x24 jam pasca-penangkapan untuk melakukan gelar perkara dan menentukan status hukum para pihak yang diamankan, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa KPK melakukan OTT terhadap sejumlah pejabat Lampung Tengah di Jakarta. Kondisi Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, rumah dinas Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, tampak tenang. Pada Senin malam, tidak ada aktivitas yang terlihat di sekitar lokasi tersebut.
Hingga pukul 23.00 WIB, Ardito Wijaya belum merespons upaya konfirmasi yang dilayangkan Tribunlampung.co.id. Panggilan telepon tak direspons, dan pesan WhatsApp belum dibalas. Seorang petugas pengamanan rumah dinas mengungkapkan bahwa bupati belum pulang ke rumah dinas.
"Sejak sore tadi Bapak (Ardito Wijaya) belum kembali ke rumah dinas. Saat ini kondisi di dalam dalam keadaan kosong," katanya kepada Tribunlampung.co.id.
Sementara itu, Amran, warga sekitar rumah dinas bupati, mengaku tidak melihat ada aktivitas di Nuwo Balak selepas jam dinas selesai. Ia juga tidak melihat kendaraan Bupati Lampung Tengah masuk atau terparkir di dalam rumah dinas.
Kesibukan Bupati Saat Rapat
Beberapa waktu lalu, Ardito Wijaya viral di media sosial karena video dirinya tidur nyenyak saat rapat. Ia disebut-sebut tidur saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Legislatif Nasional (Balegnas) di Gedung DPR RI.
Dalam video tersebut, Ardito tampak memejamkan mata, tangannya bersedekap, dan kepalanya agak miring ke kanan. Publik pun mengkritik Ardito karena tertidur saat bekerja. Ia kemudian menyampaikan klarifikasinya lewat unggahan video di akun Instagram @ardito_wijaya.
Ia mengakui bahwa dia memang sempat tertidur selama beberapa menit. Kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Ardito berjanji akan membalas kelalaiannya dengan tidak tidur di rapat Jakarta.
"Ijin pak Gub @mirzano dan bu Wagub @jihanchalim saya agak terlambat nyusul ke Jakarta, karena dari jam 06.00 pagi harus keliling kerja balas kelalaian tertidur 2-3 menit di ruang rapat. Mohon pengertiannya. Keterlambatan ini akan saya balas dengan tidak tidur nanti semalaman saat rapat di Jakarta. Terima kasih," tulisnya di akun instagram.
Profil Bupati Lampung Tengah
Ardito Wijaya atau akrab disapa Mas Dito oleh masyarakat Lampung Tengah memiliki kegemaran dalam bermusik. Ia sering menyalurkan kegemarannya dan mengunggah di akun instagram pribadi @ardito-wijaya.
Mas Dito telah menikah dengan Indria Sudrajat dan memiliki dua orang anak. Ia lahir di Bandar Jaya pada 23 Januari 1980. Pendidikan dasarnya dimulai di SD Kristen 3 Bandar Jaya Lampung Tengah pada tahun 1986.
Setelah lulus pendidikan dasar pada tahun 1992, Mas Dito melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 10 Bandar Jaya Lampung Tengah. Tahun 1995, ia melanjutkan pendidikan SMU Negeri 1 Terbanggi Besar, dan lulus tahun 1998.
Setelah 12 tahun menempuh pendidikan di Lampung, Ardito Wijaya kemudian memilih untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Trisakti, Jakarta, dan lulus pada tahun 2005.
Sebelum terjun di dunia politik, Ardito Wijaya bekerja sebagai tenaga kesehatan di Lampung Tengah. Ia pernah menjadi dokter muda di Puskesmas Seputih Surabaya selama satu tahun yaitu pada 2010 hingga 2011. Selanjutnya, dirinya kembali menjadi dokter muda di Puskesmas Rumbia tahun 2011 sampai 2012.
Pada tahun 2014, dirinya dipercaya menjadi Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit atau P2P di Dinas Kesehatan Lampung Tengah, hingga tahun 2016.
Selain di pekerjaan, Ardito Wijaya juga memiliki segelintir pengalaman organisasi. Selama tiga tahun, dirinya pernah menjadi koordinator Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Lampung Tengah dari tahun 2016 hingga 2019. Lalu, pada tahun 2017, Mas Dito juga tercatat sebagai anggota majelis pertimbangan karang taruna Kota Metro, hingga tahun 2022.
Di tahun yang sama, dirinya juga terpilih sebagai wakil ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI). Ardito juga dipercaya menjadi Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Partai Golkar Provinsi Lampung, periode 2017/2022.
Pada tahun 2018, dirinya tercatat sebagai anggota komite eksekutif PSSI Kota Metro hingga tahun 2021. Selain sebagai anggota PSSI Kota Metro, tahun 2018 dirinya juga terpilih sebagai wakil ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 2018/2022.
Dirinya juga aktif berorganisasi sebagai koordinator Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) periode 2020/2024.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar