Ardito Wijaya, Mantan Dokter yang Kini Terjaring OTT KPK

Bupati Lampung Tengah Ditangkap KPK

Sosok Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya menjadi sorotan publik setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (10/12/2025). Ia diduga melakukan tindak pidana korupsi berupa suap terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). Tidak sendirian, Ardito Wijaya diringkus bersama beberapa pihak lain termasuk Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah. Kini Ardito Wijaya sudah tiba ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi penangkapan Bupati Lampung Tengah tersebut. "Benar," kata Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis mengenai penangkapan itu, Rabu (10/12/2025) malam.

Perjalanan Ardito Wijaya

Lewat informasi profil Ardito Wijaya, ia merupakan sosok yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Lampung Tengah. Ardito Wijaya merupakan pria kelahiran Lampung Tengah 23 Januari 1980. Sebagai putra asli daerah, ia lahir dan besar di Lampung Tengah, menghabiskan masa kecil hingga remajanya di lingkungan daerah tersebut membentuk fondasi karakter dan dedikasinya.

Pendidikan formalnya dimulai di SD K Bandar Jaya. Ia menimba ilmu dasar dari 1987 hingga 1992. Setelah itu, ia melanjutkan ke SMPN 3 Terbanggi Besar dari 1993 hingga lulus pada 1995. Kemudian, Ardhito melanjutkan pendidikannya ke SMAN 1 Terbanggi Besar 1996 hingga lulus pada tahun 1998.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, Ardhito mengambil langkah besar melanjutkan studi ke Universitas Trisakti, di Jakarta. Ia menempuh pendidikan di bidang kedokteran dan berhasil meraih gelar dokter (dr.).

Setelah menyelesaikan studi selama sepuluh tahun dari 1998 hingga 2008. Sebelum terjun ke dunia politik, Ardito Wijaya terlebih dahulu meniti karier di dunia kesehatan sebagai seorang dokter muda.

Pada 2010, ia memulai pengabdian pertamanya di Puskesmas Seputih Surabaya, Lampung Tengah. Selama setahun penuh, dari 2010 hingga 2011, Ardhito tidak hanya menjalankan tugas sebagai dokter umum. Ia juga mendalami tantangan di lapangan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pedesaan. Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang kebutuhan kesehatan masyarakat di daerah terpencil serta pentingnya akses pelayanan lebih merata.

Setelah menyelesaikan tugasnya di Seputih Surabaya, pada tahun 2011 Ardhito melanjutkan kariernya sebagai dokter muda di Puskesmas Rumbia. Selama berada di Rumbia hingga 2012, ia kembali terjun langsung ke masyarakat. Sekaligus membantu penanganan berbagai kasus kesehatan sekaligus meningkatkan kapasitas puskesmas dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat.

Pengalamannya di kedua puskesmas ini semakin mengasah kemampuan Ardito sebagai praktisi kesehatan peka terhadap kebutuhan warga, terutama di wilayah dengan akses terbatas.

Karier dan Peran Politik

Karier Ardhito kemudian berkembang lebih jauh saat diangkat menjadi Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (Kabid P2PL) di Dinas Kesehatan Lampung Tengah 2014. Dalam peran ini, ia bertanggung jawab atas berbagai program kesehatan masyarakat. Tak terkecuali pengendalian penyakit menular yang menjadi fokus utama di daerah tersebut.

Pengalaman panjangnya di bidang kesehatan menjadi modal berharga saat Ardito memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Pada 2021, ia terpilih sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah mendampingi Musa Ahmad sebagai Bupati Lampung Tengah saat itu, posisi ini diembannya hingga periode 2026. Sebagai wakil bupati, Ardito terus membawa semangat pelayanan dan visi kesehatan masyarakat inklusif. Ia menerapkan prinsip-prinsip ia pelajari selama bertahun-tahun sebagai seorang dokter.

Hingga di Pilkada 2024 Ardito Wijaya dan Komang Koheri mengajukan dir sebagai paslon di Pilihan Bupati Lampung Tengah 2024. Alhasil mereka unggul mendapatkan suara terbanyak.

Riwayat Pendidikan

  • SD Kristen 3 Bandar Jaya Lampung Tengah (1992)
  • SMP Negeri 10 Bandar Jaya Lampung Tengah(1995)
  • SMU Negeri 1 Terbanggi Besar (1998)
  • Universitas Trisakti (2005)

Riwayat Pekerjaan

  • Dokter Muda Puskesmas Seputih Surabaya (2010-2011)
  • Dokter Muda Puskesmas Rumbia (2011-2012)
  • Kabid P2PL Dinas Kesehatan Lampung Tengah (2014-2016)

Pelatihan dan Diklat

  • PELATIHAN HIPERKES DAN KESELAMATAN KERJA BAGI DOKTER PERUSAHAAN / INSTANSI(2007)
  • TATATLAKSANA TERKINI MENGATASI MASALAH PADA MENOPAUSE (2007)
  • PENATALAKSANAAN KOMPREHENSIF “NYERI” TERKINI(2009)
  • PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI DASAR (2009)
  • TEKNOLOGI KONTRASEPSI TERKINI (2011)
  • P2 TUBERKULOSIS BAGI PETUGAS TB UPK (2011)
  • PRACTICAL APPROACH TO LUNG HEALTH (PAL)(2013)

Riwayat Organisasi

  • KOORDINATOR PDNU PROVINSI LAMPUNG (2020-2024)
  • KETUA AMPI PROVINSI LAMPUNG (2017-2022)
  • WAKIL KETUA KONI (KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA)(2018-2022)
  • ANGGOTA KOMITE EKSEKUTIF PSSI KOTA METRO (2018-2021)
  • ANGGOTA MAJELIS PERTIMBANGAN KARANG TARUNA KOTA METRO(2017-2022)
  • WAKIL KETUA DPD ASTTI LAMPUNG (2017-2022)
  • KOORDINATOR TRIP IDI CAB. LAMPUNG TENGAH (2016-2019)

Harta Kekayaan Ardito Wijaya

Berdasarkan laporan e-LHKPN tahun 2025 yang diumumkan pada 10 April 2025, Ardito Wijaya melaporkan total kekayaan sebesar Rp12.857.356.389. Berikut ini adalah rincian asetnya:

A. Tanah dan Bangunan (Rp12.035.000.000)
4.581 m² di Lampung Tengah – Rp2.000.000.000
2.500 m² di Lampung Tengah – Rp250.000.000
340 m² di Lampung Tengah – Rp2.285.000.000
250 m² di Lampung Tengah – Rp2.500.000.000
* 4.661 m² di Lampung Tengah – Rp5.000.000.000

B. Alat Transportasi dan Mesin (Rp705.000.000)
Toyota Fortuner 2.4 VRZ A/T (2017) – Rp357.000.000
Honda CR-V 1.5 TC Prestige (2018) – Rp345.000.000
* Sepeda motor Suzuki UY 125 S (2011) – Rp3.000.000

C. Kas dan Setara Kas
* Rp117.356.389

Tidak terdapat utang, surat berharga, maupun harta bergerak lainnya dalam laporan tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan