Ardito Wijaya: Profil Bupati Lampung Tengah yang Diusung PDIP dan Terlibat OTT KP

Ardito Wijaya: Profil Bupati Lampung Tengah yang Diusung PDIP dan Terlibat OTT KP

Perjalanan Politik Bupati Lampung Tengah yang Menarik Perhatian

Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, kembali menjadi sorotan setelah dirinya diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan ini menambah panjang daftar perjalanan politiknya yang penuh dinamika. Dari awalnya sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), hingga diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan, kemudian kembali ke Partai Golkar, dan kini terjaring OTT, Ardito Wijaya telah melalui berbagai fase penting dalam karier politiknya.

Awal Karier Politik: Dari PKB Hingga Diusung PDIP

Ardito Wijaya awalnya dibesarkan di bawah naungan PKB. Meskipun memiliki potensi sebagai calon bupati, PKB tidak memberikan rekomendasi pencalonan kepada dirinya. Hal ini menyebabkan ia tidak diusung oleh partai tempatnya bernaung. Namun, hubungan antara Ardito dengan kader PKB tetap baik dan tidak menimbulkan konflik terbuka.

Di tengah situasi ini, PDI Perjuangan justru menyatakan dukungan penuh terhadap Ardito. Partai berlambang banteng itu mengusungnya sebagai calon bupati dan memasangkannya dengan I Komang Koheri sebagai calon wakil bupati. Pasangan ini akhirnya meraih kemenangan pada Pilkada 2024 dan dilantik pada 20 Februari 2025 untuk memimpin Kabupaten Lampung Tengah periode 2025–2030.

Kembali Ke Golkar Setelah Pilkada

Setelah menjabat, Ardito kembali mengubah arah politiknya. Ia memutuskan keluar dari PKB dan bergabung dengan Partai Golkar. Keputusan ini disampaikan oleh Dewan Syuro DPC PKB Lampung Tengah, KH. Slamet Anwar, yang menyebut bahwa mundurnya Ardito tidak mengejutkan. Menurutnya, Ardito sebenarnya memiliki akar politik di Golkar.

“Pak Ardito sebelumnya memang kader Golkar. Jadi wajar jika ia kembali ke partainya,” ujar Slamet. Ia juga menegaskan bahwa Ardito menjadi bupati bukan melalui PKB, melainkan melalui pencalonan yang diusung oleh PDI Perjuangan. PKB berharap kembalinya Ardito ke Golkar dapat membuatnya lebih matang dalam berpolitik.

Hingga kini, meski sudah kembali ke Golkar sejak 29 Agustus 2025, Ardito belum menduduki posisi struktural dan tercatat sebagai anggota biasa.

Kontroversi Pindah Partai: Petunjuk Mimpi Ayah

Kontroversi kepindahan partai Ardito cukup unik. Ia mengaku pindah partai karena ada “Petunjuk Mimpi” Sang Ayah. Adia mengaku bermimpi bertemu sang ayah, Alm. Pairin, tokoh Golkar yang cukup berpengaruh di Lampung. “Dalam mimpi saya disuruh pulang ke rumah,” ungkapnya.

Ia menafsirkan “rumah” tersebut sebagai Partai Golkar, partai besar yang pernah membesarkan ayahnya. Keputusan kembali ke Golkar pun dianggapnya sebagai bentuk penghormatan terhadap jejak perjuangan sang ayah.

Tantangan Baru Setelah Terjaring OTT

Kini, langkah politik Ardito Wijaya menghadapi tantangan baru setelah diamankan dalam OTT KPK. Status hukumnya masih menunggu keputusan penyidik dalam kurun waktu 1×24 jam. Ini menjadi momen penting bagi kiprah politiknya yang selama ini penuh dinamika.

Perjalanan Ardito Wijaya dari kader PKB, diusung PDIP, kembali ke Golkar, hingga terjaring OTT, menjadikan namanya paling diperbincangkan di Lampung Tengah. Seorang dokter yang kini harus menghadapi berbagai tantangan di dunia politik.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan