
Penunjukan John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia
PSSI mengambil langkah besar di awal tahun 2026 dengan menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Keputusan ini diambil setelah kegagalan yang menyakitkan dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, khususnya di Putaran 4 Zona Asia. Herdman akan menjadi pengganti Patrick Kluivert yang sebelumnya didepak dari posisi tersebut.
Melalui pengumuman resmi pada Sabtu (3/1/2026), PSSI memberikan label "Arsitek Level Piala Dunia" kepada John Herdman. Pernyataan ini menunjukkan bahwa PSSI ingin memastikan bahwa Timnas Indonesia tidak lagi hanya berada di ambang keberhasilan, tetapi benar-benar mampu melangkah jauh dalam kompetisi internasional.
Keputusan PSSI untuk merekrut Herdman bukanlah tindakan gegabah. Pria asal Inggris ini memiliki portofolio yang luar biasa, termasuk kemampuan unik yang tidak dimiliki oleh pelatih lain di dunia. Dalam pernyataannya, PSSI menyebutkan bahwa Herdman adalah satu-satunya pelatih yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA.
Kemampuan Herdman terbukti ketika ia mampu mengubah Kanada dari sebuah tim yang biasa saja (peringkat 77 FIFA) menjadi tim yang disegani (peringkat 33 FIFA). Ia juga berhasil membawa Kanada melaju ke Piala Dunia Qatar 2022 setelah absen selama 36 tahun. Selain itu, ia juga meraih dua medali perunggu Olimpiade bersama tim putri Kanada.
Kedatangan Herdman langsung memicu perdebatan panas di kalangan penggemar sepak bola Indonesia. Banyak orang membandingkan dirinya dengan nama-nama besar seperti Shin Tae-yong (STY) dan Patrick Kluivert. Secara statistik, Herdman memang lebih dominan:
- John Herdman: Memiliki win rate 50%. Dari 108 pertandingan (Kanada & Toronto FC), ia mencatatkan 54 kemenangan dengan rata-rata 1,62 poin per pertandingan.
- Patrick Kluivert: Meski memiliki reputasi sebagai legenda Belanda, eks pelatih Curacao dan Adana Demirspor ini hanya mencatatkan win rate 46,25%.
- Shin Tae-yong: Pelatih yang membangun fondasi Timnas Indonesia (2020-2025) memiliki win rate 42,23%. Meski lebih rendah, STY memiliki jam terbang dua kali lipat lebih banyak (251 laga) di level Asia yang kompetitif.
Ekspektasi Tinggi di Atas Puing Kegagalan
Penunjukan Herdman adalah tanda bahwa PSSI ingin perubahan instan yang terukur. Namun, tantangan besar masih menanti. Publik kini menantikan apakah tangan dingin Herdman mampu membawa perubahan nyata bagi skuad Garuda atau justru hanya akan menjadi deretan statistik yang gagal berujung prestasi nyata.
Satu hal yang pasti: Dengan label "Arsitek Piala Dunia", standar yang ditetapkan untuk John Herdman kini berada di level tertinggi. PSSI berharap bahwa kehadiran Herdman dapat membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi, baik secara prestasi maupun reputasi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar