
Kondisi Arsenal yang Mengkhawatirkan
Udara di Emirates Stadium terasa berbeda. Bukan karena sorak-sorai, melainkan daftar nama yang kian panjang di papan medis. Arsenal melangkah ke fase krusial musim ini dengan langkah pincang—bukan karena kehilangan ambisi, tapi karena tubuh-tubuh yang tak sepenuhnya siap bertarung.
Mikel Arteta berdiri di tengah situasi itu. Dengan nada tenang, pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan satu hal: skuad Arsenal tidak memiliki keistimewaan khusus. Pernyataan yang terdengar sederhana, namun menyimpan kegelisahan yang dalam di balik badai cedera yang membatasi pilihannya.
Setidaknya tujuh pemain kunci harus menepi. Kai Havertz, Cristhian Mosquera, Max Dowman, Ben White, Riccardo Calafiori, hingga Jurrien Timber kini menghuni ruang perawatan. Nama-nama itu bukan sekadar daftar, melainkan potongan penting dari puzzle yang ingin Arteta susun tiap pekan.
Ketika Kedalaman Menjadi Kemewahan
Pilihan starting XI semakin menyempit. Setiap laga kini seperti permainan catur dengan bidak terbatas. Arteta tak menutupi kenyataan itu. Ia ingin lebih banyak opsi, lebih banyak kemungkinan, lebih banyak ruang bernapas.
“Kami akan sangat memperhatikan situasi dan jangka waktu pemulihan pemain tertentu,” ujar Arteta kepada Sportskeeda. Dari lini depan hingga belakang, menurutnya, kedalaman adalah kebutuhan, bukan kemewahan.
Ia membandingkan Arsenal dengan klub lain yang memiliki 24 atau 25 pemain siap pakai. “Tak ada yang spesial dari skuad kami,” katanya. Masalahnya bukan kualitas, melainkan kuantitas yang tergerus oleh cedera—sebagian tak terhindarkan, sebagian jadi pelajaran untuk dibenahi.
Januari dan Harapan yang Dibuka
Dengan kondisi itu, Arsenal bersiap menoleh ke bursa transfer musim dingin. Januari bukan sekadar jendela belanja, melainkan peluang menambal luka. Laporan Sky Sports menyebut beberapa nama masuk radar: Rodrigo Mendoza, Davide Bartesaghi, dan Jean-Matteo Bahoya.
Langkah ini diharapkan menambah kedalaman dan kualitas skuad untuk sisa musim. Bagi Arteta, ini bukan soal panik, melainkan strategi bertahan hidup. Musim masih panjang, dan Arsenal tak ingin hanya sekadar bertahan—mereka ingin tetap bersaing.
Di Tengah Cedera dan Keterbatasan
Di tengah cedera dan keterbatasan, Arteta memilih jujur. Tak ada klaim istimewa. Hanya kerja, kesabaran, dan keyakinan bahwa dengan skuad yang cukup, Arsenal bisa kembali berdiri tegak.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar