AS Minta Turki Bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Gaza

Peran Turki dalam Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza

Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki sekaligus Utusan Khusus AS untuk Suriah, Tom Barrack, menyampaikan pendapatnya mengenai peran Turki dalam pasukan internasional untuk stabilisasi (ISF) di Gaza. Pernyataannya ini disampaikan dalam konferensi yang digelar oleh Jerusalem Post di Washington.

Menurut laporan Anadolu yang mengutip unggahan jurnalis Israel, Amichai Stein, di X pada Kamis, 11 Desember, Barrack menilai bahwa kapasitas militer Turki dan jalur komunikasinya dengan Hamas menjadikan Ankara sebagai mitra penting bagi mekanisme pascaperang.

Saran kami adalah karena Turki memiliki operasi pasukan darat terbesar dan paling efektif di kawasan, dan karena mereka memiliki dialog dengan Hamas, mungkin hal itu akan bermanfaat sebagai bagian dari pasukan untuk menurunkan ketegangan, ujar Barrack.

Barrack menambahkan bahwa ISF merupakan elemen penting dalam rencana gencatan senjata yang dirancang sebagai kerangka transisi Gaza. Kerangka tersebut bertujuan untuk menciptakan stabilitas jangka panjang di wilayah tersebut setelah konflik berakhir.

Kerangka Gencatan Senjata

Gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober berdasarkan rencana Presiden AS Donald Trump. Kesepakatan ini menghentikan dua tahun serangan Israel yang telah menewaskan lebih dari 70.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak serta melukai hampir 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.

Fase pertama kesepakatan mencakup pembebasan sandera Israel sebagai imbalan bagi pembebasan tahanan Palestina. Rencana itu juga memuat agenda rekonstruksi Gaza serta pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa keterlibatan Hamas.

Resolusi PBB 2803 menjadi landasan untuk transisi Gaza. Dokumen ini membentuk Dewan Perdamaian, ISF, serta komite administratif baru yang akan mengelola tata kelola di wilayah tersebut selama masa pemulihan.

Respons dari Turki

Pemerintah Turki telah beberapa kali menyatakan kesediaannya untuk berperan dalam ISF. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, pekan lalu mengatakan, Ankara siap melakukan apa pun yang diperlukan untuk mendukung proses perdamaian.

Berbicara di Doha Forum, Fidan menekankan bahwa sejumlah negara menginginkan Turki terlibat karena Ankara dapat memainkan peran utama dan membantu memberikan legitimasi yang lebih luas bagi misi tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa Turki tengah berkoordinasi dengan Indonesia, Azerbaijan, serta berbagai mitra Arab dan Muslim mengenai pengaturan pascaperang. Turki terbuka untuk mengerahkan pasukan, namun Fidan menegaskan bahwa keputusan akhir akan mengikuti posisi dan konsensus seluruh pihak terkait.

Penolakan Israel

Desakan AS agar Turki terlibat dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) memicu ketegangan dengan Israel, demikian yang dilaporkan i24NEWS.

Meskipun Washington tampaknya terbuka terhadap permintaan Ankara, para pejabat Israel dilaporkan mengambil sikap tegas menentang kehadiran militer Turki di wilayah tersebut.

Sebuah sumber senior Israel mengatakan kepada i24NEWS pada Selasa, Kaki tentara Turki tidak akan menginjakkan kaki di Gaza. Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya sensitivitas politik di Israel, mengingat hubungan masa lalu Presiden Erdogan dengan tokoh-tokoh senior Hamas dan visibilitas isu ini di tahun pemilihan.

Turki telah memainkan peran penting dalam fase pertama perjanjian Gaza, termasuk upaya untuk mengamankan pembebasan sandera dari Hamas.

Israel telah mengkomunikasikan posisinya secara langsung kepada para pejabat senior AS, termasuk Jared Kushner, Steve Witkoff, dan Presiden Trump, yang menandakan bahwa kehadiran Turki di Gaza tidak dapat diterima.

Sebagai tanggapan, para pejabat AS menekankan bahwa ISF akan menjadi pasukan multinasional yang beroperasi di bawah Dewan Perdamaian.

Amerika Serikat sedang menilai kebutuhan dan berupaya bermitra dengan negara-negara yang mampu mendukung dan menerapkan rencana 20 poin tersebut, kata seorang juru bicara, mengulangi pernyataan Presiden Trump di Truth Social tentang pengumuman yang akan datang.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan