AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Dijerat 4 Dakwaan

NEW YORK CITY, nurulamin.pro - Jaksa Agung Amerika Serikat (AS) Pam Bondi pada Sabtu (3/1/2026) menjatuhkan empat dakwaan kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap pasukan elite AS setelah militer Amerika melancarkan operasi skala besar di Ibu Kota Caracas.

Keduanya lalu diterbangkan ke luar Venezuela dan didakwa di Distrik Selatan New York, menurut laporan BBC.

Keempat dakwaan untuk Maduro adalah:

  • Konspirasi Terorisme Narkoba
  • Konspirasi Impor Kokain
  • Kepemilikan Senapan Mesin dan Alat Perusak
  • Konspirasi untuk Memiliki Senapan Mesin dan Alat Perusak terhadap Amerika Serikat.

"Mereka akan segera menghadapi kemurkaan dari keadilan Amerika sepenuhnya di tanah Amerika di pengadilan Amerika," tambah Bondi, tetapi tidak menyebutkan dakwaan apa yang dikenakan kepada istri Maduro.

"Terima kasih sebesar-besarnya kepada militer kita yang berani melakukan misi luar biasa dan sangat sukses untuk menangkap kedua terduga pengedar narkoba internasional ini," tambahnya.

Kenapa Maduro ditangkap?

Berdasarkan klaim Presiden AS Donald Trump, operasi militer di Venezuela berlangsung singkat, tetapi intens, dengan target utama penangkapan Maduro.

Sebelum serangan di Venezuela berlangsung, Washington menuduh Maduro memimpin "negara narkoba” dan memanipulasi hasil pemilihan presiden 2024.

Oposisi Venezuela menilai pemilihan tersebut dimenangi secara telak oleh pihak oposisi, tetapi dibatalkan oleh pemerintahan Maduro.

Maduro, mantan sopir bus berusia 63 tahun yang ditunjuk langsung oleh Hugo Chavez sebelum wafat pada 2013, membantah tuduhan itu.

Ia menyebut tudingan AS sebagai dalih untuk menguasai cadangan minyak Venezuela, salah satu yang terbesar di dunia.

Trump juga menuding Venezuela menjadi jalur transit utama kokain serta berkontribusi terhadap krisis fentanil yang melanda AS.

Dalam konteks itu, Washington menetapkan dua kelompok kriminal asal Venezuela, yakni Tren de Aragua dan Cartel de los Soles, sebagai Organisasi Teroris Asing.

Trump bahkan menuduh Cartel de los Soles dipimpin langsung oleh Maduro. Pemerintah Venezuela menilai, tudingan tersebut sebagai upaya mempolitisasi perang melawan narkoba demi menggulingkan pemerintahan Caracas.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan