
Peran ASN Singkawang dalam Deklarasi Komitmen HAM 2025
Singkawang Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bagian Hukum Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang, Sari Tangkau, tampil sebagai pembawa deklarasi komitmen hasil Musrenbang HAM 2025 di hadapan para Menteri dan tamu undangan dalam acara Peringatan Hari HAM Sedunia di Jakarta.
Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian HAM RI ini dihadiri oleh berbagai pihak seperti para Menteri, Duta Besar, Kepala Daerah, serta perwakilan dari berbagai organisasi. Acara ini mengusung tema "Penguatan Fondasi Pembangunan HAM dalam keberagaman menuju Indonesia Emas 2025".
Dalam kegiatan nasional tersebut, Sari Tangkau, yang merupakan salah satu ASN Pemerintah Kota Singkawang, dipercaya oleh Kementerian HAM RI untuk menyampaikan deklarasi komitmen hasil Musrenbang 2025. Ia mengatakan bahwa kegiatan musrenbang 2025 dilaksanakan pada tanggal 8 hingga 10 Desember, dan ia hadir ditugaskan oleh pimpinan mewakili Pemerintah Kota Singkawang untuk merumuskan rekomendasi dan komitmen dukungan implementasi HAM di Pemerintah Daerah.
"Saya tidak menyangka, beberapa jam sebelum acara dimulai, saya dihubungi panitia dan diminta mewakili peserta Musrenbang dari seluruh Indonesia untuk menyampaikan deklarasi itu," ujarnya pada Jumat 12 Desember 2025.
Sari merasa bangga dan senang bisa membawa nama baik Kota Singkawang dalam acara penting tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Singkawang telah mendapat atensi khusus dari Kementerian HAM RI. Beberapa program HAM dari Kementerian HAM RI akan menjadikan Kota Singkawang sebagai pilot project.
"Kita harus menyambut baik hal ini untuk pemajuan HAM di Kota Singkawang yang telah dibranding sebagai Kota Tertoleran. Dari Bagian Hukum, kami mendukung dari sisi regulasi yang berperspektif HAM," tutupnya.
Komentar dan Harapan
Sari Tangkau mengungkapkan rasa bangga atas kesempatan yang diberikan kepadanya. Ia menyadari bahwa penunjukan ini bukanlah hal biasa, terlebih karena ini adalah deklarasi pertama dalam sejarah pelaksanaan Hari HAM Sedunia di Indonesia.
Ia juga berharap bahwa partisipasi ini dapat menjadi awal dari perubahan positif dalam pengembangan HAM di tingkat daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam memastikan bahwa hak asasi manusia diakui dan dihormati di seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, Sari menekankan pentingnya pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang HAM. Ia berharap bahwa melalui program-program yang diluncurkan, masyarakat akan lebih memahami hak-hak mereka serta tanggung jawab dalam menjaga keadilan dan kesejahteraan bersama.
Kesimpulan
Peran Sari Tangkau dalam acara Hari HAM Sedunia menunjukkan bahwa partisipasi aktif dari pihak daerah dalam upaya memperkuat fondasi HAM sangat penting. Kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian HAM RI kepada Pemerintah Kota Singkawang sebagai pilot project menandai langkah maju dalam pengembangan HAM di tingkat lokal.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan semangat untuk menjaga dan meningkatkan Hak Asasi Manusia akan terus berkembang, sehingga masyarakat dapat hidup dalam suasana yang adil, aman, dan damai.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar