
berita
Pemain Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam, memberikan penjelasan terkait isu perpecahan di ruang ganti skuad Garuda.
Beberapa pekan terakhir, nama Asnawi Mangkualam dikaitkan dengan konflik internal di Timnas Indonesia. Isu ini muncul menjelang laga melawan China pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Kabar tersebut berawal dari narasi bahwa pemain yang bermain di luar negeri dianggap terlalu vokal, sehingga memengaruhi keputusan pelatih Shin Tae-yong untuk menempatkan sejumlah pemain penting di bangku cadangan. Hal ini juga dikaitkan dengan dinamika antara Shin dan PSSI.
Menepis Isu Perpecahan Ruang Ganti
Asnawi Mangkualam membantah tudingan tersebut. Ia menyampaikan klarifikasi setelah anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menyebut adanya ketidakharmonisan dalam ruang ganti. Menurut Asnawi, pemberitaan yang berkembang telah menciptakan narasi yang tidak benar dan membuat dirinya menjadi sasaran tuduhan.
Dalam pernyataannya, Asnawi menjelaskan bahwa masalah ban kapten yang sempat diperbincangkan publik sebenarnya sudah ia bahas secara internal bersama beberapa rekan satu tim, termasuk Jay Idzes.
"Saya hanya ingin klarifikasi tentang kapten. Sudah terlalu lama masalah ini didiamkan. Dan menjadi bola liar di publik."
"Sedikit penjelasan masalah kapten, saya pribadi sudah lama berniat untuk memberikan kapten itu ke pemain lain bahkan sebelum Piala Asia," jelas Asnawi.
Ia menambahkan bahwa diskusi soal ban kapten telah dilakukan bersama Jay Idzes, Sandy Walsh, Thom Haye, dan Rizky Ridho.
"Waktu itu setelah makan malam saya mengajak Jay, Sandy, Thom, dan Ridho untuk membahas soal kapten ini ke pelatih siapa first kapten dan vice."
"Ketika itu coach Shin tetap mempercayakan first kapten ke saya dan Jay sebagai vice," tulis Asnawi di Instagram.
Sindiran kepada Arya Sinulingga
Dalam penyampaiannya, Asnawi juga menyinggung pernyataan Arya Sinulingga yang sebelumnya menyebut adanya ketidakharmonisan di ruang ganti Timnas Indonesia, khususnya berkaitan dengan posisi kapten antara dirinya dan Jay Idzes.
"Kalau tidak ada masalah ruang ganti, tidak mungkin Jay Idzes diganti jadi kapten," kata Arya dikutip dari instastory Asnawi.
Asnawi merespons keras pernyataan itu melalui media sosialnya. Ia bahkan menandai akun Jeong Seok Seopenerjemah Shin Tae-yonguntuk meluruskan informasi.
"Ini asal ngomong atau bagaimana? Tolong jelasin Je (Jeje), biar bapak ini mengerti bagaimana," tulis Asnawi.
Awal Rencana Pengalihan Ban Kapten
Asnawi mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya sudah berniat menyerahkan ban kapten sejak laga Timnas Indonesia vs Australia pada 10 September 2024. Dalam kesempatan itu, ia mengaku telah menawarkan tanggung jawab tersebut kepada Jay Idzes karena merasa performanya menurun.
"Kalau memang perkataan bapak itu benar. Jay sudah ditentukan sebagai first kapten melawan China please let me know who telling you?"
"Jika saya diberikan kepercayaan saya bangga. Tapi ketika diberikan yang jauh lebih baik saya ikhlas, dan itu sudah lama saya berniat untuk memberikan ke yang lain."
"Alasan saya ingin memberikan ke yang lain karena that time saya rasa performa saya menurun dan ada yang lebih pantas," tutupnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar