
Kehadiran “Avatar: Fire and Ash” yang Menggemparkan Box Office
Film terbaru dari James Cameron, “Avatar: Fire and Ash,” langsung menunjukkan kekuatannya di pasar film global. Dalam waktu sepekan sejak dirilis, film ketiga dari semesta Pandora ini telah meraup pendapatan sebesar US$450 juta atau setara dengan sekitar Rp7,5 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa minat publik terhadap dunia Pandora masih sangat tinggi.
Dari total pendapatan tersebut, sekitar US$119 juta (Rp1,99 triliun) berasal dari pasar domestik Amerika Utara, sementara sisanya, yaitu US$331 juta (Rp5,5 triliun), datang dari pasar internasional. Capaian ini membuktikan bahwa film ini tidak hanya diminati oleh penonton di AS, tetapi juga di berbagai belahan dunia.
Pada Selasa (23/12), “Avatar: Fire and Ash” kembali mencatat pertumbuhan pendapatan. Di Amerika Utara, film ini menghasilkan US$16,5 juta (sekitar Rp276 miliar), sedangkan di pasar internasional, angkanya mencapai US$34,3 juta (sekitar Rp573 miliar). Meskipun terjadi penurunan dari akhir pekan pembuka, angka ini menunjukkan stabilitas yang baik dan menjadi tanda positif menjelang musim Natal, salah satu periode paling sibuk dalam industri perfilman.
Film ini diproyeksikan akan meraup antara US$75 juta hingga US$80 juta (sekitar Rp1,25 triliun hingga Rp1,34 triliun) selama libur Natal empat hari. Angka ini cukup untuk mempertahankan posisi film ini sebagai pemimpin box office di Amerika Utara.
Persaingan mulai meningkat dengan masuknya tiga film baru, yaitu drama olahraga “Marty Supreme” produksi A24, musikal drama “Song Sung Blue” dari Focus Features, serta komedi bencana “Anaconda” besutan Sony. Ketiganya akan tayang pada Malam Natal, sehingga laporan pendapatan resmi akan muncul pada Hari Natal.
Kesuksesan Disney di Musim Liburan
Di tengah persaingan, Disney masih mendominasi musim liburan lewat film animasi “Zootopia 2.” Film ini telah berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar US$1,3 miliar secara global (sekitar Rp21,7 triliun), dengan US$993 juta (sekitar Rp16,6 triliun) berasal dari pasar internasional.
“Zootopia 2” telah melampaui pendapatan film pertamanya yang dirilis pada 2016. Film ini juga segera menjadi film animasi kedua sepanjang sejarah yang menembus angka US$1 miliar pendapatan internasional, setelah “Inside Out 2.”
Menjelang Natal, Disney mencatat tonggak penting lainnya. Berkat kesuksesan film-film keluarga seperti “Zootopia 2” dan “Lilo & Stitch,” studio tersebut berhasil melampaui pendapatan tiket global sebesar US$6 miliar (sekitar Rp100 triliun). Angka ini terdiri dari US$2,3 miliar (sekitar Rp38,4 triliun) dari pasar domestik dan US$3,65 miliar (sekitar Rp61 triliun) dari pasar internasional—menjadi pencapaian pertama Disney sejak pandemi COVID-19 dan kelima kalinya sepanjang sejarah.
Prediksi dan Tren Pasar Film
Dengan peningkatan pendapatan yang signifikan, baik untuk “Avatar: Fire and Ash” maupun “Zootopia 2,” tren industri film tampak stabil dan menjanjikan. Kedua film ini menunjukkan bahwa minat penonton terhadap film-film besar dan karya-karya yang memiliki daya tarik universal tetap kuat.
Selain itu, kehadiran film-film baru seperti “Marty Supreme,” “Song Sung Blue,” dan “Anaconda” memberikan variasi yang menarik bagi penonton. Meski baru akan dirilis pada Malam Natal, prediksi menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi untuk bersaing di pasaran.
Kombinasi antara kesuksesan film-film lama dan peluncuran film-film baru menciptakan dinamika yang menarik dalam industri perfilman. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada banyak pesaing, film-film berkualitas dan memiliki konsep kuat tetap mampu menarik perhatian penonton.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar