Avatar: Fire and Ash dan Tantangan Masa Depan Franchise
Film Avatar: Fire and Ash karya James Cameron menunjukkan performa yang kuat di box office, namun hal tersebut juga memunculkan pertanyaan besar mengenai masa depan panjang dari franchise ini. Film fiksi ilmiah yang mengangkat dunia Pandora ini telah berhasil mengumpulkan pendapatan global sekitar 762 juta dolar AS, menjadikannya salah satu rilisan paling sukses pada tahun 2025.
Kesuksesan awal film ini membuka jalan bagi rencana pengembangan Avatar 4 dan Avatar 5, yang direncanakan tayang pada 2029 dan 2031. Namun, James Cameron secara terbuka menyatakan bahwa kelanjutan semesta Pandora sepenuhnya bergantung pada kinerja film ketiga ini. Dengan biaya produksi yang mencapai 350 juta dolar AS, Avatar: Fire and Ash harus mampu menembus angka satu miliar dolar untuk dianggap menguntungkan.
Target tersebut sebenarnya terlihat realistis karena minat penonton global masih tinggi terhadap dunia Na’vi. Dua film Avatar sebelumnya berhasil melewati angka satu miliar dolar, sehingga ekspektasi publik terhadap film terbaru ini cukup besar. Namun, ada satu rekor penting yang kini berada dalam ancaman, yakni dominasi Avatar sebagai film terlaris di tahun rilisnya.
Avatar pertama menjadi film terlaris pada 2009, sementara The Way of Water memimpin box office global pada 2022. Kini, Fire and Ash berpotensi gagal mengulang prestasi tersebut di tahun 2025. Saat ini, posisi film terlaris 2025 justru dipegang oleh Ne Zha 2, film animasi asal Tiongkok yang mencetak sejarah. Dirilis pada Januari 2025, Ne Zha 2 meraih pendapatan fantastis sebesar 2,2 miliar dolar AS dengan anggaran produksi hanya 80 juta dolar. Capaian tersebut menjadikannya film animasi non-Amerika pertama yang berhasil menembus angka dua miliar dolar.
Mayoritas pendapatan Ne Zha 2 berasal dari penjualan tiket domestik di Tiongkok, dengan kontribusi internasional yang sangat kecil. Antusiasme penonton lokal bahkan terlihat dari penuhnya jadwal penayangan tengah malam di beberapa wilayah. Kesuksesan luar biasa itu membuat Ne Zha 2 kini berada di jajaran lima film terlaris sepanjang masa. Posisi tersebut membuat peluang Avatar: Fire and Ash untuk menyalipnya terlihat semakin berat.
Secara performa awal, Fire and Ash memang menjadi film Amerika terlaris di 2025. Namun, pendapatan akhir pekan pembukaannya di pasar domestik hanya mencapai 89 juta dolar, lebih rendah dibanding The Way of Water. Pendapatan pekan kedua juga mengalami penurunan signifikan, memperlihatkan laju yang tidak sekuat film sebelumnya.
Tantangan lain datang dari persaingan ketat di bioskop. Fire and Ash harus berbagi layar dengan sejumlah film lain yang mendapat pujian kritikus dan minat penonton tinggi. Situasi ini jelas membatasi ruang pertumbuhan pendapatan film dalam jangka panjang. Faktor lain yang turut memengaruhi adalah statusnya sebagai film ketiga dalam franchise. Antusiasme besar pada The Way of Water dipicu oleh jeda 13 tahun dari film pertama, kondisi yang kini tidak terulang.
Respons kritikus yang lebih rendah di Rotten Tomatoes juga ikut memengaruhi persepsi publik. Jika pendapatan akhir Fire and Ash gagal mendekati angka dua miliar dolar, James Cameron kemungkinan akan mengevaluasi ulang kelanjutan seri ini. Sang sutradara bahkan kerap mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perubahan industri akibat dominasi layanan streaming. Kondisi tersebut membuat Avatar 4 dan Avatar 5 berada di posisi yang belum sepenuhnya aman.
Masa depan Pandora kini bergantung pada seberapa jauh Fire and Ash mampu bertahan di puncak box office global.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar