Awal Tahun Baru, Harga Sawit Menurun di Aceh Singkil

Awal Tahun Baru, Harga Sawit Menurun di Aceh Singkil

Penurunan Harga TBS Kelapa Sawit di Aceh Singkil

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mengalami penurunan di Kabupaten Aceh Singkil pada awal tahun 2026. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 4 Januari 2026, dan menimbulkan kekhawatiran bagi para petani setempat. Penurunan harga ini disebabkan oleh turunnya produksi sawit akibat dampak banjir yang terjadi sebelumnya.

Menurut informasi yang diperoleh, harga sawit di tingkat petani turun dari Rp 2.400 per kilogram menjadi Rp 2.350 per kilogram. Penurunan sebesar Rp 50 per kilogram tersebut terjadi karena adanya biaya tambahan yang dikenakan dalam proses pengangkutan dan pemuatan.

Harga tersebut berlaku untuk petani yang mengirimkan TBS ke ram atau pengepul TBS kepala sawit. Sementara itu, jika pengepul datang langsung ke kebun petani, harga yang diberikan adalah sebesar Rp 2.300 per kilogram. Selisih harga antara keduanya disebabkan oleh biaya angkut dan bongkar muat sebesar Rp 50 per kilogram.

Anto, seorang pengepul sawit dari UD Ram Alwi Hutabarat di kawasan Gosong Telaga Barat, Singkil Utara, menjelaskan bahwa perubahan harga terjadi pada tanggal 4 Januari 2026. Ia meminta para petani untuk tetap menjaga kualitas buah agar tidak memengaruhi harga pasar.

Pentingnya Sektor Sawit di Aceh Singkil

Sawit merupakan komoditas utama yang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat Aceh Singkil. Lebih dari 70 persen penduduk daerah ini bergantung pada sektor ini untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Hal ini membuat naik turunnya harga sawit memiliki dampak besar terhadap perekonomian lokal.

Aceh Singkil juga menempati posisi kedua dalam hal luas kebun sawit di Provinsi Aceh. Berdasarkan data yang tersedia, luas perkebunan kelapa sawit milik perusahaan pemegang hak guna usaha (HGU) mencapai 44.483,12 hektar. Sementara itu, luas kebun sawit rakyat mencapai 31.351 hektar.

Dengan jumlah luas kebun yang cukup besar, sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi kabupaten dengan slogan "Sekata Sepakat" tersebut. Perubahan harga TBS dapat memengaruhi kesejahteraan para petani dan keseluruhan masyarakat setempat.

Dampak Penurunan Harga TBS

Penurunan harga TBS ini menunjukkan ketidakstabilan dalam industri kelapa sawit. Meskipun harga turun, para petani tetap diminta untuk menjaga kualitas buah agar bisa tetap bersaing di pasar. Kualitas buah yang baik akan membantu menjaga harga jual meskipun ada fluktuasi harga.

Selain itu, penurunan harga juga berdampak pada perputaran uang di wilayah tersebut. Karena sebagian besar penduduk bergantung pada sektor ini, penurunan harga dapat menyebabkan tekanan ekonomi yang signifikan.

Para petani dan pengepul harus bekerja sama untuk memastikan bahwa produksi tetap stabil dan kualitas tetap terjaga. Dengan demikian, sektor sawit di Aceh Singkil dapat tetap bertahan dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan