Bacaan Injil Katolik Hari Minggu 4 Januari 2026 Lengkap

Bacaan Injil Katolik Hari Minggu 4 Januari 2026 Lengkap

Bacaan Injil Katolik Minggu 4 Januari 2026

Pada hari Minggu tanggal 4 Januari 2026, umat Katolik merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan. Dalam liturgi hari ini, warna putih menjadi simbol kebersihan dan kebenaran. Bacaan-bacaan liturgi yang dibacakan mengandung pesan-pesan mendalam yang dapat menjadi renungan harian bagi setiap orang.

Bacaan Pertama: Yesaya 60:1-6

Nabi Yesaya menyampaikan firman Tuhan yang menyatakan bahwa kemuliaan Tuhan akan terbit atas bangsa Israel. Kegelapan menutupi bumi, tetapi terang Tuhan akan muncul. Bangsa-bangsa akan datang kepada terang itu, dan raja-raja akan menyongsong cahaya yang terbit baginya. Anak-anak dari jauh akan datang, dan kekayaan bangsa-bangsa akan beralih kepadanya. Unta-unta dari Midian dan Efa akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 72:1-2,7-8,10-11,12-13

Mazmur ini mengajak kita untuk berdoa agar Allah memberikan hukum-Nya kepada raja dan keadilan-Nya kepada putera raja. Semoga ia mengadili umat-Nya dengan keadilan dan menghakimi orang-orang yang tertindas dengan hukum. Keadilan akan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah sampai tidak ada lagi bulan. Raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau akan membawa persembahan, dan segala bangsa akan menjadi hamba-Nya.

Bacaan Kedua: Efesus 3:2-3a,5-6

Paulus menyampaikan rahasia Kristus yang telah diwahyukan dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian. Rahasia ini dinyatakan dalam Roh kepada para rasul dan nabi-Nya yang kudus. Melalui pewartaan Injil, orang-orang bukan Yahudi pun turut menjadi ahli waris, anggota tubuh, dan peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus.

Bait Pengantar Injil: Matius 2:2,2/4

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Kami telah melihat bintang Tuhan, terbit di ufuk timur, dan kami datang menyembah.

Bacaan Injil: Matius 2:1-12

Orang-orang majus dari Timur datang ke Yerusalem mencari Sang Raja yang baru lahir. Mereka bertanya-tanya di mana Raja Yahudi yang baru dilahirkan itu. Setelah mendengar jawaban dari para imam kepala dan ahli Taurat, mereka pergi ke Betlehem. Bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat di mana Anak itu berada. Mereka sujud menyembah Dia dan mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur.

Renungan Harian Katolik

“Bintang yang Membawa Kita kepada Dia”

Kisah orang Majus dari Timur mengandung pesan yang sangat indah dan misterius. Setiap kali kita membaca Matius 2:1–12, kita seolah diajak masuk ke perjalanan panjang yang dibimbing oleh bintang—perjalanan iman, pencarian, dan penyerahan. Kisah ini bukan sekadar catatan sejarah, tetapi simbol perjalanan setiap manusia menuju Tuhan.

Berikut adalah beberapa poin penting dalam renungan harian:

  1. Orang Majus: Para Pencari yang Jujur
    Orang Majus digambarkan sebagai orang bijak dari Timur. Mereka bukan orang Yahudi, bukan raja Israel, bukan pemuka agama. Mereka adalah “orang luar”—tetapi justru mereka yang pertama datang menyembah Yesus Sang Raja. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak membatasi diri bekerja hanya pada orang yang “beragama”. Ia bisa memakai siapa saja yang mau membuka hati.

  2. Bintang: Cahaya yang Membawa kepada Cahaya
    Bintang yang dilihat orang Majus bukan sekadar benda astronomi. Dalam tradisi Kristiani, ia adalah simbol cahaya ilahi yang menuntun manusia menuju Yesus. Setiap orang punya “bintang” dalam hidupnya, seperti panggilan hidup, talenta, suara hati, atau kerinduan akan damai.

  3. Herodes: Ancaman yang Menyamar sebagai Kepastian
    Herodes melambangkan ketakutan manusia, rasa nyaman palsu, dan ego yang takut kehilangan kuasa. Ia ingin tahu di mana Yesus berada bukan untuk menyembah, tetapi untuk menyingkirkan-Nya. Ini penting untuk renungan Katolik harian kita: tidak semua yang kita temui akan menuntun kita kepada Tuhan.

  4. Persembahan: Simbol Hati yang Memuliakan
    Ketika para Majus akhirnya menemukan Bayi Yesus, mereka “sujud menyembah Dia” dan mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur. Simbol-simbol ini bukan hanya hadiah, tetapi doa. Emas menggambarkan pengakuan bahwa Yesus adalah Raja dalam hidup kita.

  5. Pulang Melalui Jalan Lain: Transformasi Sejati
    Setelah perjumpaan itu, orang Majus “pulang melalui jalan lain”. Inilah salah satu kalimat paling indah dalam seluruh Injil. Ketika seseorang sungguh bertemu Tuhan, ia tidak mungkin kembali dengan cara yang sama.

  6. Renungan Pribadi: Apa yang Ditawarkan Tuhan Hari Ini?
    Saat membaca Matius 2:1–12, kita menemukan tiga gerakan penting yang relevan untuk kehidupan modern: gerakan mencari, gerakan menemukan, dan gerakan kembali. Dan Tuhan menawarkan sesuatu yang sangat sederhana namun kuat: cahaya untuk menuntun langkah-langkah kecil kita.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, bimbing aku seperti Engkau membimbing para Majus. Tunjukkan bintang-Mu dalam hidupku, agar aku selalu berjalan ke arah-Mu. Terangi langkahku, kuatkan hatiku, dan ubahlah jalanku, agar aku pulang dengan hidup baru setiap hari. Amin.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan