
Bacaan Liturgi untuk Hari Setelah Natal dan Pesta St. Basilius Agung serta Gregorius dari Nazianze
Hari setelah Natal, yang juga menjadi hari perayaan wajib bagi Santo Basilus Agung dan Santo Gregorius dari Nazianze, memiliki bacaan-bacaan liturgi khusus yang mengingatkan umat akan makna iman dan pengharapan dalam Kristus. Warna liturgi yang digunakan pada hari ini adalah putih, simbol kebersihan, kebenaran, dan kelimpahan rahmat Tuhan.
Bacaan-bacaan liturgi untuk hari Jumat, 2 Januari 2026, terdiri dari beberapa bagian penting yang memberikan pesan-pesan spiritual yang mendalam. Berikut adalah rangkuman bacaan-bacaan tersebut:
Bacaan Pertama: 1 Yohanes 2:22-28
Bagian pertama dari bacaan ini menyoroti pentingnya pengakuan terhadap Yesus sebagai Kristus. Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa siapa pun yang menyangkal Yesus sebagai Kristus disebut sebagai antikristus. Dalam ayat 23, penulis menekankan bahwa tidak ada orang yang bisa menyangkal Anak tanpa juga menyangkal Bapa. Ayat 24 mengingatkan kita untuk mempertahankan apa yang telah kita dengar sejak awal, sehingga kita tetap tinggal di dalam Anak dan Bapa. Ayat 25 menyampaikan janji hidup kekal yang diberikan oleh Tuhan. Selanjutnya, ayat 26 dan 27 mengingatkan para pembaca bahwa pengurapan yang telah mereka terima dari Tuhan membantu mereka dalam mengenali kebenaran dan menghindari kesesatan. Akhirnya, ayat 28 mengajak kita untuk tetap tinggal di dalam Kristus agar tidak malu ketika Ia datang kembali.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 98:1-4
Mazmur ini menyanyikan puji-pujian kepada Tuhan atas tindakan-Nya yang ajaib dan keselamatan yang telah diperoleh melalui tangan kanan-Nya. Ayat 2 menyatakan bahwa Tuhan telah memperkenalkan keselamatan-Nya dan menyatakan keadilan-Nya di depan bangsa-bangsa. Ayat 3 menegaskan bahwa kasih setia dan kesetiaan Tuhan terhadap Israel telah membuat segala ujung bumi melihat keselamatan dari Allah. Ayat 4 mengajak seluruh bumi untuk bersorak-sorai dan bermazmur kepada Tuhan.
Injil: Yohanes 1:19-28
Bagian injil ini menceritakan kesaksian Yohanes Pembaptis ketika para imam dan orang-orang Lewi dari Yerusalem mengunjunginya. Yohanes mengaku bahwa ia bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang. Ia hanya mengaku sebagai suara yang berseru di padang gurun, seperti yang dikatakan oleh nabi Yesaya. Yohanes juga menyatakan bahwa Dia yang lebih besar dari dirinya telah datang, yaitu Yesus Kristus. Bagian ini menunjukkan pentingnya kesaksian dan pengakuan terhadap jalan yang benar.
Bacaan Khotbah (BCO): Kidung Agung 4:1-5:1
Bagian ini merupakan puisi cinta yang indah antara Sang Pengantin dan Sang Kekasih. Ayat-ayat ini penuh dengan gambaran-gambaran yang menarik tentang kecantikan dan daya tarik sang kekasih. Misalnya, mata yang seperti merpati, rambut yang seperti kawanan kambing, gigi yang seperti domba, dan leher yang seperti menara Daud. Puisi ini juga menyampaikan kerinduan untuk bertemu dan berada bersama-sama. Di akhir bagian ini, terdapat ajakan untuk memasuki kebun yang penuh dengan aroma rempah-rempah dan buah-buahan yang lezat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar