
Bahaya Asap Rokok untuk Anak-anak
Asap rokok, termasuk dari rokok elektrik atau vape, disebut dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan pada anak hingga empat kali lipat. Hal ini terjadi meskipun orang dewasa di sekitarnya merasa tidak merokok di depan anak. Bahaya ini sering kali luput dari perhatian karena residu asap dapat menempel di pakaian, rambut, hingga perabot rumah tangga.
Dokter spesialis anak konsultan respirologi, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp. Respi(K), anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjelaskan bahwa asap rokok, baik konvensional maupun elektrik, merusak epitel saluran napas yang berfungsi sebagai pelindung utama tubuh dari infeksi. Menurutnya, partikel berbahaya dari asap rokok tidak hilang begitu saja. Zat tersebut menempel di baju, tembok, gorden, meja, rambut, dan kulit, lalu terhirup oleh anak-anak dalam aktivitas sehari-hari.
Paparan inilah yang membuat saluran pernapasan anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi, termasuk influenza. Selain menghindari paparan asap rokok, dokter Nastiti menekankan bahwa perlindungan terhadap influenza perlu dilakukan secara menyeluruh, salah satunya melalui vaksinasi.
Ia meluruskan anggapan bahwa vaksin influenza hanya diperuntukkan bagi anak-anak. “Vaksin influenza boleh diberikan untuk semua usia, mulai dari enam bulan sampai usia lanjut,” jelasnya. Fokus rekomendasi pada anak, terutama balita, dilakukan karena kelompok usia ini memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi. Namun pada usia dewasa, kelompok lansia, ibu hamil, serta individu dengan penyakit penyerta seperti penyakit ginjal, kanker, autoimun, dan HIV juga termasuk kelompok yang sangat dianjurkan mendapatkan vaksin influenza.
Bagi orang dewasa dengan risiko tinggi, vaksin influenza dianjurkan diberikan setiap tahun selama faktor risikonya masih ada. Efektivitas vaksin pada orang dewasa dinilai hampir setara dengan anak-anak.
Vaksin Influenza untuk Jemaah Haji dan Umrah
Dokter Nastiti juga menjelaskan vaksin influenza sebagai rekomendasi penting bagi calon jemaah haji dan umrah. Dalam situasi kerumunan besar dengan jutaan orang dari berbagai negara, potensi penularan influenza meningkat tajam. “Vaksin influenza memang tidak wajib seperti meningitis, tetapi sangat dianjurkan. Idealnya diberikan minimal dua pekan sebelum keberangkatan agar antibodi sudah terbentuk,” katanya.
Selain vaksin dan PHBS, peningkatan imunitas juga ditopang oleh nutrisi yang cukup, istirahat yang memadai, kondisi psikologis yang baik, serta lingkungan yang bersih dan bebas polusi. Namun, dokter Nastiti kembali menegaskan bahwa menghindari asap rokok adalah salah satu langkah paling penting dalam menjaga kesehatan saluran napas, khususnya pada anak.
Langkah-Langkah Penting untuk Mencegah Gangguan Saluran Pernapasan
Berikut beberapa langkah penting yang dapat diambil untuk mencegah gangguan saluran pernapasan pada anak:
-
Menghindari paparan asap rokok
Orang tua dan pengasuh harus sadar bahwa asap rokok, baik konvensional maupun elektrik, dapat menempel di baju, rambut, dan perabot rumah tangga. Hal ini dapat menyebabkan anak-anak terpapar zat berbahaya tanpa disadari. -
Vaksinasi influenza
Vaksin influenza direkomendasikan untuk semua usia, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan kondisi medis tertentu. Vaksin ini membantu meningkatkan imunitas dan melindungi dari infeksi virus influenza. -
Memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan
Kebersihan diri, seperti mencuci tangan secara rutin, serta menjaga lingkungan rumah agar tetap bersih dan bebas polusi, dapat mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan. -
Meningkatkan nutrisi dan gaya hidup sehat
Konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta kondisi psikologis yang stabil sangat penting untuk memperkuat sistem imun tubuh. -
Meningkatkan kesadaran akan bahaya asap rokok
Kesadaran akan dampak buruk asap rokok, terutama terhadap anak-anak, harus terus ditingkatkan. Orang tua dan masyarakat umumnya perlu memahami bahwa asap rokok tidak hanya berdampak langsung, tetapi juga melalui residu yang menempel di berbagai permukaan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar