Bandingkan JAECOO J5 EV dan Omoda E5: Mana yang Lebih Irit?

Bandingkan JAECOO J5 EV dan Omoda E5: Mana yang Lebih Irit?

Perbandingan Efisiensi Listrik: JAECOO J5 EV vs Chery Omoda E5

Gen Z yang melek teknologi dan peduli lingkungan, mungkin sedang mencari mobil listrik compact SUV yang tidak hanya ramah lingkungan tapi juga terjangkau dalam hal penggunaan daya. Dua model yang saat ini sedang naik daun adalah JAECOO J5 EV dan Chery Omoda E5. Meski keduanya berasal dari satu keluarga merek yang sama, yaitu OMODA&JAECOO dari Chery, mereka memiliki perbedaan yang bisa memengaruhi efisiensi konsumsi listrik.

Spesifikasi Dasar: Mirip Tapi Tak Sama

Kedua mobil ini memiliki spesifikasi dasar yang hampir serupa. Keduanya menggunakan motor listrik dengan tenaga sekitar 201 hp dan baterai lithium-ion phosphate (LFP) yang dikenal stabil dan tahan lama. Mereka juga memiliki jangkauan berkisar antara 400-500 km, tergantung pada versi dan kondisi penggunaan.

Namun, ada perbedaan kecil dalam hal torsi. JAECOO J5 EV mengklaim torsi maksimal sebesar 340 Nm, sementara Chery Omoda E5 memiliki torsi sedikit lebih tinggi, yaitu 350 Nm. Desainnya pun berbeda: JAECOO J5 EV lebih agresif dan "off-road-ish", sedangkan Omoda E5 lebih sporty dan futuristik.

Uji Efisiensi: Hitung-hitungan Konsumsi Listrik

Konsumsi listrik mobil listrik biasanya diukur dalam kWh/100 km. Angka ini menentukan seberapa sering kamu harus mencharge dan berapa besar tagihan listrik bulananmu.

Berdasarkan data pengujian dan klaim dari berbagai sumber: - Chery Omoda E5 diklaim memiliki konsumsi listrik rata-rata sekitar 14 kWh/100 km, angka yang sangat kompetitif untuk segmennya. - JAECOO J5 EV, karena karakter desain dan tuning yang mungkin sedikit berbeda, memiliki angka konsumsi sedikit lebih tinggi, berkisar antara 14,5 hingga 15 kWh/100 km.

Apa Artinya?

Jika harga listrik PLN adalah Rp 1.700/kWh, maka biaya untuk 100 km akan menjadi: - Omoda E5: 14 kWh x Rp 1.700 = Rp 23.800 - JAECOO J5 EV: 15 kWh x Rp 1.700 = Rp 25.500

Perbedaan ini mungkin terlihat kecil, tetapi jika kamu berkendara 1.500 km dalam sebulan, selisihnya bisa mencapai Rp 25.500. Angka ini cukup untuk membeli layanan streaming premium atau beberapa cangkir kopi.

Faktor yang Pengaruhin Irit atau Boros

Angka konsumsi listrik yang disebutkan di atas bisa berubah tergantung beberapa faktor: * Gaya Mengemudi: Nge-gas brus-brusan dan rem mendadak akan membuat boros, baik di mobil listrik maupun mobil konvensional. Mengemudi dengan lembut adalah kunci utamanya. * Penggunaan AC: AC adalah penyedot daya terbesar setelah motor. Semakin dingin suhu AC, semakin banyak listrik yang digunakan. * Kondisi Lalu Lintas: Macet di Jakarta bisa memengaruhi konsumsi energi. Meskipun regenerative braking bisa membantu mengisi ulang baterai secara mikro, konsumsi rata-rata tetap lebih tinggi dibanding jalan lancar. * Fitur Tambahan: Menyalakan audio level konser, seat heater, dan fitur digital lainnya juga meningkatkan beban daya.

Pilih yang Mana?

Secara murni dari angka konsumsi listrik, Chery Omoda E5 sedikit lebih unggul dalam efisiensi. Ini mungkin karena tuning yang lebih dioptimalkan untuk penggunaan urban. Namun, jangan langsung mengabaikan JAECOO J5 EV.

Jika kamu lebih menyukai desain yang lebih adventure dan sering membawa beban berat, selisih efisiensi yang kecil ini mungkin bisa ditutupi dengan preferensi gaya dan kebutuhanmu.

Intinya

Keduanya adalah pilihan compact SUV listrik yang solid dari keluarga Chery. Perbedaan konsumsinya sangat tipis. Pilihan akhir tergantung pada selera gaya, kenyamanan fitur, dan harga final di pasaran Indonesia nanti.

Jadi, sudah punya gambaran? Pastikan untuk melakukan test drive keduanya agar bisa merasakan langsung feel-nya, bukan hanya melihat angka di atas kertas! Stay electric, Gen Z.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan