
Musibah Banjir Jakarta yang Menewaskan Tiga Orang
Banjir besar yang melanda ibu kota pada Senin (12/1) menyebabkan musibah memilukan. Tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik di tengah genangan air. Kejadian ini terjadi di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir.
Korban pertama adalah pasangan suami istri, HW, 54 tahun, dan NJ, 49 tahun. Sementara korban ketiga adalah MYS, 40 tahun, yang meninggal di rumahnya di Jalan Kalibaru Barat, Gang Sadang. Insiden ini menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat dan juga para pejabat setempat.
Kritik Terhadap Anggaran Penanggulangan Banjir
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Bun Joi Phiau, menyampaikan rasa duka atas kejadian tersebut. Ia menilai insiden ini seharusnya bisa dihindari dengan persiapan yang lebih baik. Ia juga mengkritik penggunaan anggaran penanggulangan banjir yang mencapai Rp 2,8 triliun.
"Ke mana hasil dari anggaran yang sebesar Rp 2,8 triliun itu? Ini merupakan uang yang ditarik dari pajak masyarakat. Tapi dalam kenyataannya, Pemprov DKI masih belum juga bisa mengatasi persoalan banjir itu dari waktu ke waktu," tegas Bun Joi.
Menurutnya, anggaran yang besar seharusnya mampu memberikan perlindungan maksimal bagi warga. Termasuk mitigasi risiko seperti sengatan listrik. Namun, fakta yang terjadi justru menyebabkan nyawa tiga orang hilang.
Kecenderungan Menganggap Banjir sebagai Rutinitas
Selain masalah anggaran, Bun Joi juga mengkritik sikap pemerintah daerah yang cenderung menganggap banjir sebagai rutinitas biasa. Ia menilai bahwa pihak berwenang sering kali menyalahkan faktor cuaca tanpa melakukan langkah-langkah preventif.
"Saya menyayangkan adanya kecenderungan sekarang ini yang seolah-olah menganggap banjir sudah biasa-biasa saja. Mentok-mentok semua itu disalahkan kepada kondisi alam," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, bukan hanya alasan teknis alamiah. "Jadi tolong gunakan uang pajak masyarakat Jakarta ini sebaik-baiknya untuk menyelamatkan nyawa para warga juga," tambahnya.
Harapan untuk Tindakan Lebih Proaktif
Politikus PSI ini mendesak Pemprov DKI untuk lebih proaktif dan tidak berpasrah pada keadaan. Ia menekankan bahwa dana yang digunakan berasal dari uang rakyat dan harus digunakan secara efektif.
Bun Joi berharap agar kejadian tragis seperti ini tidak terulang kembali. Ia menilai bahwa pemerintah harus lebih tanggap terhadap ancaman banjir dan berupaya keras untuk mengurangi risiko yang ada.
Dengan perencanaan yang matang dan penggunaan dana yang transparan, diharapkan Jakarta dapat lebih siap menghadapi bencana alam seperti banjir. Hal ini akan membantu menjaga keselamatan warga dan mengurangi kerugian yang mungkin terjadi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar