Bank Indonesia Sulut Siapkan 14,5 Miliar untuk Penukaran Uang Nataru

MANADO
- Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyiapkan dana sebesar Rp14,5 miliar dalam bentuk uang tunai untuk menghadapi lonjakan kebutuhan masyarakat pada momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kepala BI Sulut, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa penyediaan uang tunai ini merupakan bagian dari Program Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI).

“Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan masyarakat pada perayaan Natal dan Tahun Baru, kami mengadakan program SERUNAI dengan estimasi nilai sebesar 14,5 miliar rupiah,” ujar Joko.

Selain itu, penukaran uang akan dilakukan di berbagai lokasi yang mudah diakses oleh masyarakat, termasuk ruang publik seperti mal maupun tempat ibadah seperti gereja.

Pada tahun ini, BI juga mulai menerapkan sistem penukaran uang menggunakan QRIS. Hal ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi.

“Masyarakat tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar. Cukup dengan melakukan scan QRIS, mereka bisa menukarkan uang lama dengan pecahan baru,” tambah Joko.

Berikut beberapa hal penting terkait program SERUNAI:

  • Penyediaan uang tunai: BI Sulut menyediakan dana sebesar Rp14,5 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Nataru.
  • Lokasi penukaran uang: Penukaran uang akan diselenggarakan di tempat-tempat yang ramai dikunjungi masyarakat, seperti pusat perbelanjaan dan tempat ibadah.
  • Penerapan QRIS: Sistem penukaran uang menggunakan QRIS diperkenalkan sebagai inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi tanpa harus membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Manfaat dari program SERUNAI

Program SERUNAI dirancang untuk memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Beberapa manfaat utamanya antara lain:

  • Kemudahan akses: Lokasi penukaran uang yang strategis membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan uang baru.
  • Keamanan: Dengan penggunaan QRIS, masyarakat tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar, sehingga mengurangi risiko pencurian atau kehilangan uang.
  • Peningkatan literasi keuangan: Penggunaan teknologi seperti QRIS dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang transaksi digital dan penggunaan uang elektronik.

Tantangan dan solusi

Meskipun program SERUNAI memiliki banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah tingkat literasi masyarakat terhadap teknologi pembayaran digital. Untuk mengatasi hal ini, BI Sulut berkomitmen untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat agar lebih mudah beradaptasi dengan sistem baru ini.

Selain itu, BI juga memastikan bahwa layanan penukaran uang tetap tersedia di berbagai lokasi agar semua masyarakat dapat mengaksesnya.

Dengan adanya program SERUNAI, diharapkan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan lebih tenang dan nyaman, tanpa khawatir kehabisan uang tunai.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan