Bantuan Banjir Aceh Hilang? Gubernur Mualem Marah: 80 Ton Raib Di Mana?

Gubernur Aceh Kecewa Bantuan untuk Korban Banjir Hilang

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menyampaikan rasa kecewanya setelah mendengar kabar bahwa sebanyak 80 ton bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Bener Meriah hilang dan tidak diketahui keberadaannya. Informasi ini membuatnya prihatin karena bantuan tersebut merupakan hasil dari donasi para relawan dan masyarakat yang peduli terhadap kondisi warga yang terkena bencana.

Mualem menekankan pentingnya penyaluran bantuan secara tepat sasaran agar tujuan dari bantuan tersebut benar-benar tercapai. Ia juga meminta kepada Bupati Bener Meriah untuk membagikan sembako secara adil kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan dalam penerimaan bantuan dan menghindari kerugian bagi pihak yang berhak menerimanya.

"Kita turunkan semua di Bener Meriah, banyak donatur-donatur yang menyumbangkan, tetapi ya seperti itu, tidak tepat kepada sasaran," ujar Mualem saat konferensi pers di Pendopo Gubernur Aceh, Kamis (10/12/2025) malam.

Selain itu, Gubernur Aceh menyatakan bahwa dirinya akan menindaklanjuti kabar hilangnya bantuan tersebut dengan memeriksa kebenarannya bersama pihak TNI dan kepolisian. Saat ini informasi yang diterimanya masih berupa kabar yang belum diverifikasi, sehingga belum dapat dipastikan kebenarannya dan harus melalui proses pengecekan terlebih dahulu sebelum diambil kesimpulan.

"Saya tidak tahu, kita cek dulu apa betul atau tidak. Yang baru dengar berita burung, tidak kita percaya kan. Nanti bersama-sama ini ada Pak Pangdam, ada Pak Polisi apakah betul atau tidak," tambahnya.

Update Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor Sumatera

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan temuan 21 jenazah korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Kamis (11/12/2025). Dengan temuan 21 jenazah ini, korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut bertambah menjadi 990 jiwa.

Dari 21 jenazah korban itu, 16 jasad ditemukan di Provinsi Aceh, tepatnya di Kabupaten Aceh Utara. Kemudian, dua jenazah ditemukan di Sumatera Barat dan saat ini masih dalam proses identifikasi. Sementara untuk jumlah pengungsi, dari 894.501 jiwa pada Rabu (10/12/2025), kini menjadi 884.889 jiwa.

BNPB memastikan bahwa operasi SAR masih terus berlangsung untuk mengevakuasi korban dan mencari korban yang hilang. Proses pencarian dan evakuasi ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi dan relawan.

Langkah Pemerintah Daerah dan Relawan

Pemerintah daerah dan relawan diharapkan untuk bekerja sama dalam menyalurkan bantuan secara efektif dan transparan. Keterlibatan pihak-pihak terkait sangat penting agar bantuan bisa sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, perlu adanya pengawasan yang ketat agar tidak terjadi penyimpangan dalam distribusi bantuan.

Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan agar risiko bencana dapat diminimalisir. Pemerintah juga akan terus memperkuat sistem peringatan dini dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, diharapkan bantuan yang telah diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi korban banjir dan tanah longsor.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan