Ringkasan Berita:
- Bisnis penjualan bangkai pesawat di Sukoharjo yang berjalan sekitar tujuh tahun mulai menunjukkan hasil menjanjikan.
- Satu unit pesawat CASA 212-200 berhasil terjual Rp 1,2 miliar untuk kebutuhan edukasi penerbangan di Jawa Timur.
- Saat ini tersedia 11 unit pesawat berbagai tipe, dengan minat tinggi dari pelaku usaha meski proses penjualan memerlukan waktu.
Laporan Wartawan nurulamin.pro, Anang Ma'ruf
nurulamin.pro, SUKOHARJO - Meski terbilang baru berjalan sekitar tujuh tahun, bisnis penjualan bangkai pesawat di Kabupaten Sukoharjo menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Dari belasan unit pesawat yang tersimpan di gudang, setidaknya satu pesawat telah berhasil terjual dengan nilai transaksi mencapai miliaran rupiah.
Penjualan tersebut terjadi sejak gudang bangkai pesawat mulai beroperasi di Sukoharjo pada akhir 2019.
Salah seorang karyawan gudang, Mahdianto mengatakan Salah satu unit yang laku terjual merupakan pesawat jenis CASA 212-200.
"Dibeli untuk kebutuhan edukasi penerbangan di wilayah Jawa Timur, dengan nilai mencapai Rp 1,2 miliar," kata Mahdianto, Jumat (9/1/2026).
Meski demikian, menurutnya minat pembeli terhadap bangkai pesawat cukup tinggi.
Sejumlah calon pembeli datang dari berbagai daerah, terutama pelaku usaha yang ingin mengembangkan restoran dan kafe dengan konsep unik bertema aviasi.
"Satu pesawat lagi sudah dilirik pembeli. Bulan Februari 2026 pembeli memberikan DP dulu, tapi untuk saat ini belum tau memilih pesawat yang mana," ujarnya.
Ia juga menjelaskan, tidak semua peminat langsung melakukan transaksi.
Banyak calon pembeli masih mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari biaya pengiriman, perakitan, hingga penyesuaian konsep bangunan.
Hal tersebut membuat proses penjualan memerlukan waktu yang tidak singkat.
Masih Punya 11 Unit Bangkai Pesawat
Saat ini, gudang bangkai pesawat di Sukoharjo menyimpan total 11 unit pesawat berbagai tipe, mulai dari CASA 212-200, Fokker 200, Fokker 100, hingga Boeing 737-200.
"Untuk pesawat berukuran besar seperti Boeing 737-200, harga jual ditawarkan hingga Rp 2,2 miliar, termasuk biaya pengiriman dan pemasangan," terangnya.
Pengelola berharap, seiring meningkatnya minat pelaku usaha terhadap konsep bangunan unik dan edukatif, penjualan bangkai pesawat ke depannya dapat terus meningkat dan memberikan dampak ekonomi positif bagi daerah.
(*)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar