Bea Cukai Ungkap Bahaya Pakaian Olahraga Ilegal dari Operasi Lanal Cirebon

Bea Cukai Ungkap Bahaya Pakaian Olahraga Ilegal dari Operasi Lanal Cirebon

Penyelundungan Pakaian Sport Premium yang Mengancam Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat

Bea Cukai Jawa Barat baru saja mengungkap fakta mengejokan terkait penyelundupan ribuan pakaian sport premium. Di balik tampilan rapi, bersih, dan berlabel mewah, ternyata barang tersebut merupakan barang ilegal yang membahayakan ekonomi nasional dan potensial mengandung ancaman kesehatan.

Barang Ilegal yang Merusak Pasar

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jabar, Setiawan, menjelaskan bahwa seluruh proses hukum kini sepenuhnya ditangani oleh Bea Cukai setelah penyerahan dari Lanal Cirebon. Ia menegaskan bahwa pakaian yang diangkut dalam truk Fuso tersebut masuk kategori barang ilegal karena tidak melalui proses kepabeanan sesuai aturan.

“Ini barang ilegal. Larangan itu dibuat untuk memproteksi iklim perdagangan yang fair di Indonesia. Begitu ada barang ilegal masuk, pasar langsung jadi tidak fair,” ujarnya.

Setiawan juga menyampaikan bahwa dampak dari barang ilegal ini tidak hanya merusak ekonomi, tetapi juga bisa berpotensi mengancam kesehatan masyarakat. “Karena ini belum dibongkar, kita tidak tahu. Bisa jadi di dalamnya ada barang membahayakan kesehatan.”

Ancaman yang Tidak Terduga

Menurut Setiawan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan unit K-9 untuk memastikan apakah di antara barang-barang tersebut terdapat narkotika atau benda berbahaya lainnya. “Kita akan cek menggunakan unit K-9. Siapa tahu di antara barang-barang ini ada narkotika dan seterusnya,” jelas dia.

Ia menekankan bahwa modus pelaku cukup licin. Dengan memalsukan identitas muatan sebagai barang pindahan, para pelaku berhasil melewati pemeriksaan petugas. Hal ini menjadi bukti bahwa penyelundupan lintas negara semakin canggih dan harus segera ditangani dengan tegas.

Operasi Senyap Lanal Cirebon

Operasi senyap Lanal Cirebon berhasil mengungkap penyelundupan besar-besaran pakaian sport premium. Semua dimulai dari satu truk Fuso yang tampak biasa, namun ternyata menjadi pintu masuk jaringan lintas negara, yaitu Malaysia-Sungai Ayak 1 (Kalbar)-Pontianak-Patimban.

Komandan Lanal Cirebon, Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, menjelaskan bahwa pelaku memanfaatkan jalur tikus perbatasan untuk menyelundupkan barang tersebut. “Mereka mengatasnamakan truk ini sebagai truk barang pindahan. Dari Pontianak ke Patimban untuk dibawa ke Tangerang,” ujarnya.

Namun, kecurigaan petugas intelijen TNI AL berujung pada pengungkapan bahwa barang tersebut bukan pakaian bekas ballpress seperti yang diduga, melainkan pakaian baru premium yang tidak melalui proses kepabeanan.

Nilai Pasar dan Kerugian Negara

Saat dibuka, truk tersebut berisi 41.280 potong pakaian sport, seperti celana spacewalk, jogger red-room, jaket anti-UV hingga hijab sport. Nilai pasar ditaksir mencapai Rp 6,1 miliar, dengan potensi kerugian negara Rp 1,8 miliar.

Pengurus ekspedisi GG mengaku bahwa barang tersebut berasal dari Malaysia dan diselundupkan melalui jalur tikus perbatasan sebelum dikirim menggunakan kapal KM Ferindo 5 ke Patimban.

Proses hukum kini terus berjalan, dengan sopir masih berstatus saksi dan penyelidikan mengarah pada kemungkinan tersangka baru. TNI AL menegaskan komitmen penuh untuk menjaga keamanan maritim dan menutup celah penyelundupan lintas negara.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan