Kegiatan Media Gathering BEI Wilayah Papua
Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Papua kembali menggelar kegiatan Media Gathering bersama awak media di Kota Jayapura, pada Selasa 2 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Media Gathering Triwulan IV Tahun 2025 yang bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada para awak media yang telah berperan dalam menyebarkan informasi pasar modal secara luas dan seimbang.
Dengan mengangkat tema "Sinergi Media dan BEI Meningkatkan Literasi Pasar Modal di Papua", kegiatan ini menampilkan berbagai sesi seperti pemaparan, diskusi, dan dialog terbuka mengenai perkembangan pasar modal Indonesia serta dinamika investor di wilayah Papua.
Kepala BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa, dalam sambutannya menegaskan bahwa peran media sangat penting dalam memastikan informasi pasar modal tersampaikan dengan tepat kepada masyarakat. Ia menyatakan bahwa kolaborasi antara BEI dan media diperlukan untuk menjaga kualitas literasi sekaligus membangun pemahaman investasi yang sehat.

Dirinya juga menyampaikan bahwa pasar modal Indonesia tetap kokoh di tengah ketidakpastian global. Sepanjang tahun 2025, pasar modal Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat. Beberapa indikator ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,04% yoy, tingkat inflasi yang terjaga di angka 2,86%, serta cadangan devisa di level USD 149,9 miliar menjadi fondasi penting yang menopang stabilitas pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencetak kinerja positif dengan menembus rekor tertinggi sepanjang masa, yaitu 8.274,35 pada Oktober 2025. Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa pasar modal Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor domestik maupun asing.
Perkembangan Pasar Modal di Papua
Kepala BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa, lebih lanjut menjelaskan bahwa gambaran mengenai perkembangan pasar modal di tanah Papua menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga Oktober 2025, total jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) di wilayah Papua telah mencapai 125.524 investor. Angka ini mencerminkan pertumbuhan minat masyarakat Papua terhadap investasi, yang meningkat seiring dengan intensitas kegiatan literasi dan edukasi yang terus diperluas.
Provinsi Papua menjadi wilayah dengan jumlah investor tertinggi yakni 40.261 SID, disusul Papua Tengah (18.950 SID) dan Papua Barat Daya (18.418 SID). Sementara provinsi baru seperti Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat juga menunjukkan pertumbuhan yang stabil.
Penyebaran jumlah investor yang semakin merata ini menurut Kresna menandakan akses terhadap informasi dan fasilitas pasar modal semakin menjangkau banyak komunitas dan daerah, bukan hanya di perkotaan tetapi juga hingga wilayah kabupaten.
Dari sisi profil, investor muda menjadi tulang punggung perkembangan pasar modal Papua. Kelompok usia 18–25 tahun mendominasi jumlah investor baru, yang sekaligus menunjukkan bahwa literasi pasar modal telah menjadi bagian dari minat generasi muda Papua dalam merencanakan masa depan mereka.
Sementara dari sisi profesi, kelompok pelajar dan pegawai swasta tampil sebagai kontributor terbesar terhadap pertumbuhan jumlah SID.
Tidak hanya dari sisi jumlah investor, Papua juga mengalami peningkatan aktivitas edukasi. Sepanjang 2025, BEI Papua telah melaksanakan 474 kegiatan literasi dan inklusi—mulai dari Sekolah Pasar Modal (SPM), edukasi di sekolah dan kampus, seminar publik, kegiatan komunitas, hingga program aktivasi aplikasi IDX Mobile. Program-program ini menjangkau lebih dari 219.000 peserta non-SPM dan hampir 18.000 peserta SPM.
Pencapaian ini menunjukkan komitmen BEI Papua untuk memastikan masyarakat memperoleh pemahaman investasi yang benar, terstruktur, dan mudah diaplikasikan.
Kolaborasi Pendidikan Pasar Modal Semakin Menguat
Untuk memperkuat ekosistem literasi, sepanjang 2025 BEI Papua juga mengembangkan jaringan edukasi melalui:
- 27 Galeri Investasi aktif di kampus dan sekolah
- 134 Duta Pasar Modal
- Program Guruku Investor Saham yang melibatkan 8 sekolah dan menghasilkan 82 guru investor baru
- Virtual Trading Competition yang diikuti oleh 5 sekolah dan 8 kampus mitra
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar