Belasungkawa Saudi atas Banjir Sumatera, 340 Tewas dan 11.200 Rumah Rusak

Arab Saudi Menunjukkan Kepedulian atas Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera

Pemerintah Arab Saudi menunjukkan rasa belasungkawa terhadap bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera. Hal ini dilakukan oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS), yang menyampaikan dukungan penuh kepada pemerintah dan rakyat Indonesia.

Pembicaraan tersebut berlangsung melalui sambungan telepon antara MBS dan Presiden Prabowo Subianto. Saat itu, MBS sedang berada di Rusia dan melakukan komunikasi tingkat tinggi dengan Presiden RI. Percakapan ini disebut sebagai momen yang hangat dan konstruktif, yang mencerminkan hubungan erat antara kedua negara.

Dalam keterangan tertulis dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, MBS menyampaikan dukungan serta belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas bencana yang terjadi di sejumlah wilayah. Ia menegaskan bahwa solidaritas Arab Saudi akan selalu mendampingi Indonesia sebagai negara sahabat.

"Indonesia adalah negara besar serta pemimpinnya adalah Presiden yang kuat dalam menghadapi kondisi apa pun," ujar MBS sebagaimana disampaikan dalam keterangan tersebut.

Selain menyampaikan dukungan, percakapan telepon tersebut juga membahas kelanjutan rencana pembangunan perkampungan Haji yang dirancang untuk meningkatkan pelayanan bagi jemaah asal Indonesia.

Dampak Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera

Bencana banjir dan longsor yang terjadi di akhir November 2025 tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga merusak banyak infrastruktur dan mengakibatkan ribuan orang mengungsi. Wilayah-wilayah seperti Medan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Langkat, Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Humbang Hasundutan terkena dampak parah.

Lebih dari setengah wilayah atau sebanyak 18 kabupaten/kota terdampak bencana tersebut. Hingga Rabu sore, 10 November 2025, setidaknya 11.200 rumah rusak di wilayah terdampak. Selain itu, banyak infrastruktur lainnya juga hancur.

Kerusakan infrastruktur publik juga meluas ke banyak kabupaten di Sumatera Utara. Tercatat 60 Fasilitas Pendidikan, termasuk 121 jembatan rusak. Sebanyak 80 fasilitas umum, sembilan rumah Ibadah, dan satu fasilitas kesehatan rusak, ujar Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Korban Jiwa dan Pengungsi

Data terbaru menunjukkan bahwa bencana tersebut menyebabkan 340 jiwa meninggal dan 128 jiwa hilang di Sumut. Selain itu, 651 jiwa terluka. Bencana juga menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi.

Pengungsi di Kabupaten Tapanuli Tengah mencapai 18,3 ribu jiwa, diikuti oleh Kabupaten Langkat 15,2 ribu jiwa, Kabupaten Tapanuli Selatan 7 ribu jiwa, Kabupaten Humbang Hasundutan 2,2 ribu, dan Kota Sibolga 2,1 ribu jiwa.

"Pemerintah daerah di setiap kabupaten bersama BNPB dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan penyaluran bantuan yang efektif dan mempercepat proses rehabilitasi pasca-bencana," tambah Abdul Muhari.

Update Korban Jiwa dan Pengungsi

Korban jiwa bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi 969 orang, per Rabu (10/12/2025). Data tersebut berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa korban meninggal dunia bertambah 5 jenazah. Pada Selasa (9/12/2025), korban jiwa yang meninggal dunia yaitu 964. Dengan bertambahnya 5 jenazah, sehingga hari ini total korban jiwa yang meninggal dunia menjadi 969 orang.

Rekapitulasi Korban Bencana Banjir di Sumatera

Berikut rekapitulasi korban bencana banjir di Sumatera, data dari BNPB per Rabu (10/12/2025):

  • Korban meninggal: 969 jiwa
  • Korban hilang: 252 jiwa
  • Pengungsi: 894.501 orang

Abdul mengatakan jumlah pengungsi bertambah menjadi 500 orang. Penambahan jumlah pengungsi tersebut terjadi di Sumut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan