
Prediksi Kenaikan Harga HP dan PC pada Tahun 2026
Harga smartphone dan komputer pribadi (PC) diprediksi akan meningkat pada tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga komponen utama seperti RAM, yang semakin mahal akibat tingginya permintaan dari industri kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini berdampak langsung kepada konsumen yang harus siap menghadapi kenaikan harga perangkat elektronik.
Penyebab Kenaikan Harga RAM
Kenaikan harga RAM terjadi karena kelangkaan komponen tersebut, yang disebabkan oleh permintaan yang tinggi dari industri AI untuk memenuhi kebutuhan server dan data center. Sejak beberapa bulan terakhir, harga RAM melambung secara global dan diperkirakan akan tetap tinggi hingga tahun depan. Kenaikan ini berdampak langsung pada harga HP dan PC.
Strategi Produsen Smartphone
Produsen smartphone mulai menaikkan harga produk mereka sebagai respons terhadap kenaikan biaya produksi. Selain itu, strategi lain yang digunakan adalah memangkas kapasitas RAM pada perangkat tertentu. Ponsel kelas menengah dan bawah diprediksi akan mengalami penurunan spesifikasi RAM, sementara model dengan RAM besar seperti 16 GB akan semakin langka.
Contohnya, HP iQoo 15 yang dirilis di Indonesia pada akhir Desember 2025 dibanderol sekitar Rp 13 juta untuk versi dasar 12/256 GB. Harga ini lebih tinggi dari pendahulunya, iQoo 13, yang dijual seharga Rp 10 juta. Kenaikan harga sebesar 30 persen ini mencerminkan dampak kenaikan harga RAM.
Selain iQoo, Xiaomi juga mengumumkan rencana menaikkan harga produknya. Presiden Xiaomi, Lu Weibing, menyatakan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh melonjaknya permintaan chip memori untuk server AI. Ia memperingatkan pengguna bahwa tekanan harga akan semakin berat pada tahun depan.
Perkembangan Harga PC
Kenaikan harga RAM juga berdampak pada pasar PC. Menurut laporan dari firma riset IDC, harga PC diprediksi naik antara 15–20 persen pada tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga memori dan GPU. Produsen GPU seperti AMD dan Nvidia juga diprediksi akan menaikkan harga produk mereka.
Selain kenaikan harga, IDC memperkirakan bahwa pengiriman PC global pada 2026 akan turun hingga 4,9 persen. Penurunan ini bisa lebih besar jika harga komponen terus meningkat dan pasokan memori semakin terbatas.
Perubahan Pasar PC
Kenaikan harga memori ini juga diprediksi mengubah peta persaingan di pasar PC. Original Equipment Manufacture (OEM) diperkirakan akan makin mendominasi pasar, sementara para vendor kecil atau perakit lokal bakal semakin tertekan karena harga komponen individual menjadi terlalu mahal.
Konsumen, terutama gamer, kemungkinan akan lebih memilih membeli perangkat PC yang sudah dirakit lengkap. Tren teknologi kecerdasan buatan (AI) pada PC yang sempat ramai pada 2024 sampai 2025 juga diprediksi akan melambat mulai tahun depan.
IDC menyebut, fitur AI on-device seperti Copilot+ membutuhkan konfigurasi RAM yang lebih besar, sementara pasokan memori tengah terbatas. Kondisi ini membuat produsen diproyeksi akan mengurangi spesifikasi RAM atau menahan pengembangan AI agar harga perangkat PC tidak melonjak tinggi.
Kesimpulan
Dengan kenaikan harga RAM yang terus berlangsung, harga smartphone dan PC akan terus meningkat pada tahun 2026. Konsumen harus bersiap menghadapi kenaikan harga yang cukup signifikan. Selain itu, produsen akan terus melakukan strategi pemangkasan spesifikasi untuk menjaga daya saing harga. Dampak ini akan berpengaruh pada seluruh pasar teknologi, baik dari segi harga maupun spesifikasi perangkat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar