
Perubahan Kepemilikan Saham di PT Bank Capital Indonesia Tbk
Bank of Singapore Limited secara resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA). Transaksi ini dilakukan kurang dari 30 hari setelah pembelian, yaitu pada 19 Desember 2025. Dalam transaksi tersebut, Bank of Singapore menjual sebanyak 2,8 miliar saham BACA.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank of Singapore tidak lagi memiliki saham BACA per 24 Desember 2025. Dalam laporan tersebut, Bank of Singapore tercatat melepas sebanyak 2,8 miliar saham Bank Capital atau setara dengan 14,03% hak suara. Dengan demikian, porsi kepemilikan Bank of Singapore di Bank Capital berkurang dari 14,03% menjadi nol persen.
Pelepasan saham ini dilakukan melalui skema repurchase agreement dengan status kepemilikan tidak langsung melalui GIA Ventures Pte Ltd. Transaksi tersebut diklasifikasikan sebagai saham biasa dengan harga transaksi Rp1 per saham dan dilakukan secara free of payment – transfer out.
Bank of Singapore juga menegaskan bahwa mereka tidak berstatus sebagai pengendali Bank Capital sebelum maupun setelah transaksi tersebut. Oleh karena itu, aksi pelepasan saham ini tidak diikuti dengan perubahan pengendalian di tubuh emiten berkode saham BACA tersebut.
Hingga berita ini ditulis, manajemen Bank Capital belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pelepasan saham yang dilakukan Bank of Singapore. Namun, bisnis mencatat bahwa Bank of Singapore sebelumnya membeli saham BACA sebanyak 2,8 miliar saham atau setara 14,03% hak suara melalui skema repurchase agreement alias repo, tanpa mengambil alih kendali perseroan.
Transaksi repo itu dilakukan secara tidak langsung melalui GIA Ventures Pte Ltd dengan harga pelaksanaan Rp168 per saham. Seiring dengan aksi ini, saham BACA terpantau menguat 9,01% atau 20 poin atau Rp242 per saham per 10.30 WIB. Secara year to date (YtD), saham BACA naik 1,17%. Sahamnya dijual di rentang harga Rp252 sampai Rp224 per saham. Kapitalisasi pasar BACA tercatat sebesar Rp4,78 triliun.
Proses Transaksi dan Dampaknya
Transaksi pelepasan saham oleh Bank of Singapore merupakan langkah strategis yang dilakukan dalam waktu singkat. Dengan melakukan penjualan saham dalam jangka waktu kurang dari 30 hari, Bank of Singapore menunjukkan kebijakan yang cepat dan efisien dalam mengelola portofolio investasinya. Selain itu, transaksi ini dilakukan melalui mekanisme repurchase agreement, yang umum digunakan dalam perdagangan saham untuk tujuan likuiditas dan manajemen risiko.
Selama proses transaksi, kepemilikan saham oleh Bank of Singapore tidak langsung, tetapi melalui entitas lain, yaitu GIA Ventures Pte Ltd. Hal ini menunjukkan adanya struktur kepemilikan yang kompleks dan mungkin terkait dengan kebijakan perusahaan induk atau rencana strategis jangka panjang. Meski begitu, Bank of Singapore tetap menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kendali atas Bank Capital baik sebelum maupun setelah transaksi.
Dari sisi pasar, dampak dari transaksi ini terlihat pada kenaikan harga saham BACA. Penguatan sebesar 9,01% dalam waktu singkat menunjukkan respons positif dari investor terhadap perubahan kepemilikan saham. Hal ini juga mencerminkan stabilitas dan prospek bisnis Bank Capital yang cukup kuat meskipun ada perubahan dalam komposisi pemegang saham.
Masa Depan Bank Capital
Meski Bank of Singapore telah melepas seluruh sahamnya, hal ini tidak membawa perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan saham di Bank Capital. Saat ini, masih ada pihak-pihak lain yang memiliki saham dalam jumlah besar, sehingga Bank Capital tetap stabil dalam operasionalnya.
Kemungkinan besar, Bank Capital akan terus berkembang dengan basis pemegang saham yang beragam dan solid. Dengan kapitalisasi pasar yang cukup besar, Bank Capital memiliki potensi untuk terus tumbuh dan bersaing di industri perbankan nasional.
Sementara itu, para investor dan analis akan terus memantau perkembangan lebih lanjut mengenai kebijakan dan strategi Bank Capital, terutama dalam konteks perubahan kepemilikan saham dan pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar