BEM PTNU Gelar Mukernas 2025, NU Tegaskan Pentingnya Jaga Identitas Bangsa

Peran Perguruan Tinggi dalam Merawat Tradisi Nusantara

Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) menyelenggarakan Musyawarah Kebangsaan (Mukernas) 2025. Acara ini menekankan pentingnya perguruan tinggi sebagai penjaga tradisi nusantara. Tema yang diangkat dalam Mukernas kali ini adalah "Wujud Nyata Bakti BEM PTNU untuk Negeri". Acara digelar di Kampus I Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pembukaan acara dimulai dengan penyambutan peserta dan penampilan Gendang Beleq, yang memberikan nuansa khas Lombok. Penampilan ini memperkuat kesan persaudaraan antarwilayah. Setelah itu, peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti pembacaan ayat suci Al Quran, menyanyikan Indonesia Raya, Subbanul Wathon, dan Mars UNU NTB, serta pembacaan salawat Asghil secara bersama-sama.

Peluncuran Portal Berita BEM PTNU Se-Nusantara

Salah satu agenda utama dalam Mukernas 2025 adalah peluncuran portal berita BEM PTNU Se-Nusantara sebagai media resmi organisasi. Kehadiran portal ini menjadi langkah baru dalam penguatan publikasi dan penyebaran informasi gerakan mahasiswa PTNU. Portal ini dirancang untuk memudahkan dokumentasi kegiatan serta memperluas jangkauan komunikasi nasional.

Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi, menjelaskan bahwa keberagaman dalam mukernas menunjukkan NU menjunjung tinggi toleransi. “Kita merayakan persatuan melalui tradisi yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Baha. Ia menambahkan bahwa penyambutan Gendang Beleq sebagai simbol penghormatan daerah yang memberikan pengalaman bagi delegasi dari luar Lombok.

NU dengan tegas memiliki kepentingan merawat identitas bangsa. “Sebagai cerminan kekuatan mahasiswa PTNU dalam merawat identitas bangsa. Mahasiswa harus menjadi penjaga nilai yang tumbuh dalam tradisi Nusantara,” imbuhnya.

Pelatihan Kader Muda Nahdlatul Ulama (PKMNU) 2025

Selain Mukernas, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Kader Muda Nahdlatul Ulama (PKMNU) 2025 yang terbagi dalam empat kelas, yaitu Leadership dan Analisis Kebijakan Publik, Youth Entrepreneurship, Ketahanan Pangan, serta Media dan Influencer. Pelatihan tersebut dirancang untuk menguatkan kapasitas dan kemampuan adaptif mahasiswa.

Baha menilai PKMNU menjadi ruang penting untuk membangun kompetensi kader sesuai kebutuhan zaman. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memahami isu publik, berani berinovasi, serta memiliki kreativitas dalam menghadapi tantangan generasi muda. “Setiap kelas pelatihan memberi bekal bagi mahasiswa agar siap menghadapi dinamika nasional,” jelasnya.

Pentingnya Kolaborasi Antarwilayah

Lebih lanjut, Baha meminta mukernas bisa menguatkan komitmen para kader dalam memperkuat jaringan kolaborasi antarwilayah. “Kita memiliki tugas besar untuk berkontribusi kepada umat, bangsa, dan negara,” tandasnya.

Dengan berbagai agenda yang diselenggarakan, Mukernas 2025 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat semangat kebersamaan dan tanggung jawab dalam menjaga nilai-nilai tradisional sekaligus menghadapi tantangan masa depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan