
Pernyataan Tegas Menko PM Mengenai Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera
Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, memberikan pernyataan tegas terkait banjir besar dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa dirinya telah mengirim surat kepada tiga menteri sekaligus, yaitu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurrofiq.
Isi dari surat tersebut, menurut Cak Imin, merupakan ajakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kebijakan dan langkah pemerintah yang dinilai turut berkontribusi terhadap kerentanan bencana di Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Workshop Kepala Sekolah SMK Program SMK Go Global di Bandung, Senin (1/12/2025).
Cak Imin menjelaskan bahwa "tobat" yang dimaksud merujuk pada konsep taubat nasuha dalam tradisi Nahdlatul Ulama. Proses ini membutuhkan introspeksi mendalam serta perubahan cara berpikir, bertindak, dan merumuskan kebijakan, khususnya terkait pengelolaan lingkungan. “Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri,” tegasnya di hadapan para peserta workshop.
Ia menilai bahwa serangkaian banjir besar di Sumatera merupakan alarm keras bagi pemerintah untuk menghentikan praktik yang merusak ekosistem dan memperparah risiko bencana. Oleh karena itu, ia meminta ketiga menteri tersebut membuka ruang evaluasi dan melakukan koreksi kebijakan secara menyeluruh.
“Semoga saudara-saudara kita yang saat ini tertimpa musibah segera mendapatkan bantuan, dan keluarga mereka diberi kekuatan serta kesabaran,” ujarnya.
Update Korban Bencana
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Selasa (2/12/2025) sore, jumlah korban meninggal dunia mencapai 708 orang dan 499 orang masih hilang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Operasi pencarian dan pertolongan terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BNPB, TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, serta berbagai unsur lainnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan digelar paralel dengan pembukaan akses jalan, perbaikan jaringan komunikasi, serta percepatan distribusi logistik ke wilayah yang masih terisolasi. “Sore ini, berdasarkan hasil pencarian dan pertolongan, jumlah warga meninggal dunia 708 jiwa dan 499 jiwa masih dilaporkan hilang,” katanya dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB, Selasa (2/12/2025).
Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah korban tertinggi, yakni 294 orang meninggal dan 155 orang hilang. Wilayah yang paling terdampak meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Tapanuli Utara.
Untuk mempercepat bantuan, BNPB mengoptimalkan distribusi logistik melalui tiga moda transportasi:
- Darat: Enam truk berkapasitas 15 ton telah menjangkau wilayah yang masih bisa diakses.
- Laut: Pengiriman 100 ton beras dari Jakarta menuju Sibolga untuk didistribusikan ke wilayah terdampak.
- Udara: Tujuh helikopter (3 TNI dan 4 BNPB) dioperasikan dari Silangit untuk suplai cepat ke daerah yang tidak bisa ditembus jalur darat.
Di Aceh, tercatat 218 orang meninggal dan 227 orang hilang. Upaya pencarian terus diprioritaskan, memasuki hari ketujuh sejak bencana terjadi. Empat kabupaten, termasuk Bener Meriah dan Aceh Tamiang, masih sulit ditembus melalui darat.
Jalur distribusi ke Aceh meliputi:
- Udara: Empat helikopter dikerahkan untuk Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Lhokseumawe; dua di antaranya fokus khusus ke Aceh Tengah.
- Darat: Dua truk TNI mengirim bantuan logistik sejak pagi.
- Bantuan Presiden: Obat-obatan dan vitamin dikirim khusus untuk Aceh Tamiang dan Aceh Tengah.
Meski sudah satu minggu bekerja, kondisi cuaca masih menantang. Modifikasi cuaca masih berlangsung hingga pemulihan dan pembersihan material selesai. Operasi tersebut dilakukan bersama BMKG dan TNI.
Di Sumatera Barat, jumlah korban mencapai 196 orang meninggal dan 117 orang hilang. Daerah yang membutuhkan percepatan penanganan adalah Kabupaten Agam dan Padang Panjang, terutama kawasan Gunung Singgalang yang mengalami banjir dan longsor besar.
Pemulihan akses jalan menjadi prioritas agar distribusi bantuan dapat menjangkau seluruh titik pengungsian secara merata. BNPB menegaskan bahwa operasi gabungan terus berfokus pada:
- Pencarian dan pertolongan korban hilang
- Pembukaan akses jalur darat sebagai rute utama logistik
- Percepatan pemulihan jaringan komunikasi, terutama di Aceh
- Pengiriman bantuan ke wilayah yang masih terisolasi
BNPB memastikan seluruh unsur pemerintah dan relawan akan terus bekerja hingga layanan dasar masyarakat pulih sepenuhnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar